berbagi cinta dengan penuh candaan dan lawakan adalah salah satu cara untuk menstandarkan diri dengan teman dan saudara sekitar lingkungan hidup kita

On Desember 06, 2019 by Kojerisme in    No comments


Tak banyak yang mengerti tentang hubungan seorang cowok dan cewek. Meskipun dunia Ilmu psikologi terlalu menitikbertakan persoalan manusia terhadap kaum perempuan, terbukti dengan adanya disiplin kajian Psikologi perempuan. Karen Horney yang pertama kali muncul karena jasanya terhadap psikologi Feminisme (psikologi Perempuan). Heheh. Mungkin dari sinilah sang Mantan tidak begitu mengetahui model rasa dan perasaan Sisila. Atau sebaliknya.

Rumitnya perasaan perempuan sehingga sang mantan tidak bisa mengidentifikasi gojolak rasa rindu Sisila kepada dirinya. Sang mantan hanya fokus terhadap bagaimana ia menjadi seorang lelaki yang bisa menaklukan setiap perempuan.
___________________

Satu minggu berpacaran. Basruk sudah bisa membuat Susana menjadi genting, ada yang tak percaya, ada pula yang menganggapnya sebuah lelucon tentang setatus pacarannya bersama Sisila. Sisila adalah seoarang gadis sedikit seksi yang konon suka berpetualang. Ia biasa menggunakan celana jins ketat sebagai bawahannya tak lupa berjilbab sebagai atasannya, menikah dengan orang yang ia cintai merupakan cita-citanya.


Setelah beberpa minggu sesudah camp di Pantai Moksa, Basruk sudah berani mempublikasikan fhoto Sisila, mengajaknya kencan mengelilingi kota mataram dan sekitarnya, bahkan nonton bioskop Di Eficentrum mall XX1. 

Sang Mantanpun mulai tak terlihat di keramaian, menyibukan diri di dunia Kampus mengeluarkan taringnya sehingga ia bisa merebut perhatian para perempuan kohati (Korp-HMI-Wati) bagian dari Himpunan Mahasiswa Islam yang bergerak di bidang Perempuan. Ia juga mulai berlagak seperti mahasiswa libralis kritis religious. Mulai mengasingkan diri dan tidak tertarik lagi di dunia pencinta Alam, mendaki gunung dan camp di panatai-pantai.

“aku ingin fokus kuliah, mencari penegetahuan dan pengalaman sebanyak-banyaknya. Bila perlu aku akan masuk organisasi.” katanya sambil menyeruput kopi pahit di warung sederhana 24 jam Milik mamik Bidin bersama si Jeki kawanya waktu sering mendaki gunung.

“bukankah dulunya kamu mau menghibahkan dirimu di alam, sebagai pencinta alam selamanya.” Kata Jeki mengingatakan.

“aku tiba-tiba benci dengan semuanya itu, namun aku tetap diam untuk menghormati.”

“yaaaahh.. mungkinkah karena kamu putus cinta dengan Sisila memebuatmu seperti ini.” Sambil tersenyum di iringi seruputan nikmat STMJ hangat.

“Arooo Ubbek jangan bahas, itu menyakitkan. Ndk q bayarang kamu STMJ ni bareh.”

“oooh maaf,, maaf kakak!” 

Kebiasan mereka (sang mantan bersama teman-temanya) setelah pulang dari panatai moksa atau kelaparan di tengah malam dan sepulang Retek (Jap japan) adalah membeli mie di warung sederhana 24 jam milik Mamik Bidin, disana mereka sering jadikan temapat berbagi tawa, canda dan rasa. Terkadang Sedikit berdiskusi tentang hal-hal serius samapai membahas isu-isu percintaan yang sangat konyol dan memalukan.

Mereka hanya bisa belanja di warung 24 jam itu, tak cukup uang untuk membeli makanan di super market, makan di cafe dan nonton bioskop sekali seumur setahun, itupun kalau ada yang ngajak mereka. Harga yang bersahabat dan satu-satunya warang 24 jam mengistiqomahkan mereka untuk menjalin keakraban bersama Mamik bidin dan para chef cantiknya. Namun tidak ada yang tidak tahu warung ini. Rasa mie kuahnya, rasa mie gorengnya khas dan punya cita rasa yang memnajakan lidah.


___________________

Saat dimana Basruk dan beberpa temanya pulang dari majlis merah muda sekitar pukul satu malam. Mereka selalu singgah di warung 24 jam ini. Membicarakan Sisila dengan semangat dan penuh rasa kecemasan. Kebiasan sombong dan takaburnya mulai kelihatan, semenjak ia berhasil memikat hati Sisila lewat curhatan malapetaka waktu di panatai moksa itu.

“ada yang tidak beres dari si Basruk” kata si Oyon, yang merupakan kawan dekatnya si Basruk.

“bukankah si Basruk sangat berkawan baik dengan sang manatan.” ungkap si jeki kepada Oyon.

“akupun pernah menanyakan hal itu, tapi saya langsung di sumpak (dikatai kotor).” Jeki menambhakan.. Waktu mereka ngobrol di Warung Mamik Bidin bersama sang mantan.

“mungkinkah sang mantan cemburu, setelah mengetahui Si Basruk berpacaran dengan Sisila. Sehingga ia tak mau lagi ngebahasnya.?” Ungkap analisis si Oyon kepada si Jeki.

“soal itu aku tidak tahu gaaees. Liat saja nanti apa yang tidak beres dari mereka bertiga.”

Setiap jarak satu malam Basruk berada di majlis merah muda, pulang dari sana, parkir montor dirumahnya Jeki, lalau jalan kaki ke warung Mamik Bidin yang jaraknya kurang lebih seratus meter dari rumah Jeki. Si Basruk berjalan seperti kepiting di panatai Moksa, miring tak teratur. Ia mengungkpakan kesombonganya, terus di layangkan karena telah mendapatkan hati Sisila. Hampir setiap malam Basruk seperti ini. Terlihat seperti merayakan kemenangan. Sering kali mengundang temen-temenya dan membuat keributan samapai pagi, ini ia lakukan untuk merayakan kemenangan yang misterius.

Tak jauh dari kamar Si Basruk, ada Musholla, yang biasanya lewat adzan subuh menjadi pembatas keributan mereka bersama teman-temannya. Adanaya WI-FI yang dipasang oleh tetannganya, membuat Basruk sangat betah berlam-lama di dalam kamarnya bersama temannya, di kamarnya terdapat putukan rokok berserakan, noda-noda bekas kopi nempel di lantai, bantal dan guling terlihat sepeti gamabaran bentuk permukaan bumi yang garisnya terbuat dari tinta alami yang keluar dari usus manusisa.

Semua akan betah disana, yaa kecuali anak-anak   yang masih bersih jiwa dan raganya mereka akan memilih tempat kumpul yang sesusi dengan habitat dan lif style nya. Bagi yang hidupnya hanaya memikirkan bagaimana internet lancer, rokok tak pernah padam dan kopi terhidangkan akan betah di sini. Tak peduli dengan bau kentut yang sling serang setiap pagi, tak peduli tidur bersama putukan rokok asalakan yotube dan ceremah Abdul Somad tetap menginspirasi, nonton film XX1, nonton bokep dengan super Vpn.

Tak disadari disini tempatnya terungkap hal yang tidak beres anatara Sisila dan Si Basruk, seperti yang pernah di katakana oleh Si Iyon kepada Si Beki. Pada mulanya Basruk merahasiakan ini semua, namun yang ia inginkan sudah ia dapatakan, salah satunya kemenagannya dari si Sumut dan Si Halim. 

Ternyata setelah ngecamp di panatai Moksa, Basruk telah membuat tantantang bersama si Sumut dan Halim. Bahwa siapa yang bisa menaklukan dan  mendapatkan hati serta perasaan Sisila ialah pemenangnya dalam tantangan ini, standar kemenangan adalah mengajak Sisila kencan dan mengupload fhotonya di Wahttsap. Yang menang akan di belikan sepulah jambu biji yang sudah dibuat menjadi minuman Jus.

Mengingat ini adalah tantangan. beberpa teknik dan setrategi masing-masing, mereka susun untuk meraih gelar dan setataus pacaran dengan Sisila. Disini Sumut berada dalam jalur yang jauh, kerena sebelumnya ia tidak pernah di kenal oleh Sisila, begitu juga dengannya ia baru sekali melihat Sisila, itupun waktu di atas motor ketika Sisila bergoncengan dengan sang Mantan setelah pulang dari Tanjung Bias sebuah café di Montong Batu Layar. Sumut harus membutuhkan waktu lama untuk memenangkan tantangkan ini atau tidak dengan jalan pintas seperti menggunakan doa dari Kitab-kitab klasik. Hahah

Beda halnya dengan si Halim, sudah saling mengenal namun belum banyak tahu, ia hanya tahu bahwa Sisila merupakan pacarnya sang mantan, tak lebih dari itu, ia juga mengenal Sisila sebagai perempuan yang baik punya loyalitas dan ramah lingkungan. Setrategi yang akan ia gunkan untuk memenangkan tantangan adalah Bohong-bohongan. Ia akan mendekati Sisila dan mengajak untuk konpromi dan berpura pura jadi pacarnya, namun itu tidak bisa terjadi, karena Halim belum pernah mencoba dan tidak mau mencoba.

Dan berbeda sekali dengan Si Basruk Bereokan, ia sudah mengenal Sisila jauh-jauh hari, dan utungnya ia sudah mendapatkan poin ketika di pantai Moksa, ketika Sisila menangis tersedu-sedan terhanyut ditepi panatai Moksa. Si Basruk disana seperti seorang pahlawan kemalaman, Basruk menyumbangkan bahunya untuk Sisila bersandar waktu itu. Bisa dikatakan kesemptan terbesar untuk memenangkan tantangan ini adalah Basruk Si Bereok.

Sisila, Siti dan Rabiah tidak tahu tentang tantantangan ini. “kalau Sisila tahu bahwa ia sedang di taruhkan, mungkin ia meresa sedang mimpi buruk.” Kata Halim Menggumam kepada si Basruk. Sesekali mereka pada tengah malam membahas tantangan ini di pertigaan sambil minum Es dan merokok yang mereka beli dari warung 24 jam itu. 

“intinya sekarang saya sudah berpacaran denga Sisila. Kapan kamu mau bayar utangmu kepadaku, ? membelikan akau sepuluh jambu biji yang sudah di jadikan jus.!” Katanya mengingatkan Si Halim.

“sumpah aku tidak percaya bahwa kamu sudah mendapatkan Sisila.” Halim membantah pernyataan Basruk.
Basruk berjalan menuju got irigasi yang berdekatan dengan rumah Beki, dengan tergesa gesa membuka ritsleting celananya, menyiram tembok tembok di depanya sedkit menggoyangkan pantatnya dan berkata sambil menengok kebelakang tempat si Halim duduk “kalau kamu tidak percaya, tanaya saja Sisila, bahwa akau adalah pacarnya sekarang.” Mengatai Si Halim sembari menutup kembali ritsleting celana jinsnya.

Malam digantikan siang, teradisi bangun siang adalah adalah kebanggan Basruk, sinar matahari pagi hampir tak berani denganya. Sore hari rebahan ke Pantai Moksa. Rotasi kehidupan seperti ini terus dijalani hingga samapai pada suatu saat  dirinya mengalami struk cinta, hatinya melebur bersama dalam rasa sehingga memaksanya kembali kepangkuan perempuan yang ia cintai sesungguhnya.

Sisila hanya sebuah tantangan bagi mereka, namun kecemburuan datang silih berganti dari sang Mantan, ia tak pernah berkata, namun sikap dan lakunya sanagat aneh, sepertinya ia termakan Senjata makan Rindu. Hahaha..
On November 04, 2019 by Kojerisme in    No comments

“Kebenaran yang tak terorganisir akan dikalahkan oleh kebatilan yang terorganisir.” – Ali bin Abi Thalib.

Tiliklah petikan quote dari Ali bin Abi Thalib tersebut. Dapat kita artikan secara jelas, sesuatu gerakan kebaikan yang tidak  terorganisir (tersistem) dengan baik akan dikalahkan oleh kebatilan (kejahatan, kecurangan) yang terorganisir dengan baik dan sistematis. Apakah maksud dari kata terorgansir disini ? tentu saja kita punya banyak pandangan di sini. pada tahun 2020 mendatang KPU akan menggelar pesta demokrasi, ajang bergengsi untuk para petarung politik, yakni pemilihan kepala dan wakil kepala daerah serentak di tingkat provinsi, dan kabupaten/kota sistem pemilihan umum serentak tahun 2020 merupakan yang ketiga kalinya diselenggarakan di Indonesia termasuk di tanah bumi gora Nusa Tenggara Barat. Penyelenggaraan pemilu serentak ini merupakan hajatan masyarakat untuk mencapai tujuan demokrasi dan kedaulatan rakayat seutuhnya, dan ini merupakan kebaikan, tentunya harus terorganisir, tersistematis dan tersetruktur dengan baik.

Bukan rahasia umum lagi bahawa teradisi perpolitikan kita, baik di tingkat nasional, daerah, bahkan di desa sangat rentan dengan peraktek pemilu yang tidak sehat, tidak jarang media-media mainstream memberitaknnya dan bahkan menjadi wacana publik disetiap ajang pemilihan umum. Seperti terjadinya praktik politik uang, penggelembungan suara, ghost voter, kecurangan logistik, petugas yang tidak netral  dan pemilih yang tidak terdaptar di DPT, DPTB dan DPK. Kecurangan-kecurangan tersebut bukan dilakukan dengan tanpa adanaya pemikiran dan setrategi, anggap saja ini adalah kejahatan (kecurangan pemilu) yang terorganisir, tersetruktur, sistematis dan massif.

Di provinsi NTB terdapat 7 (tujuh) Kabupaten/kota yang akan menggelar pilkada serentak pada September 2020 mendatang, yakni Pemilu Wali Kota Mataram, pemilu Bupati Lombok Utara, pemilu Bupati Lombok Tengah, pemilu Bupati Bima, pemilu Bupati Dompu, pemilu Bupati Sumbawa dan pemilu Bupati Sumbawa Barat. Devisi teknis KPU NTB Zuriati sudah mulai melakukan pemetaan, pembacaan dan membangun kordinasi dengan beberpa komisioner KPU kabupaten/kota terkait. Pagalaran politik lima tahun sekali ini tentu memiliki kekurangan dan kelebihan dalam sistem pelaksanaannya maka hadirlah Bawaslu sebagai lembaga penyelenggara pemilu yang bertugas mengawasi penyelenggaraan pemilu di seluruh Indonesia, lembaga yang berwenang dan memiliki instrumen untuk menerapkan sistem perlawanan terhadap kecurangan-kecurangan pemilu dengan teroganisir dan sistematis.

Sepanjang kontestasi yang diselenggarakan setiap lima tahun sekali BAWASLU merupakan lembaga yang sangat trend diklanagan pengamat, politikus, team sukses atau team pemenangan dan sangat berpengaruh terhadap keamanan dan ketertiban dalam penyelenggaraan pilkada. Sebagai lembaga independen Bawaslu berada dalam ruang lingkup yang netral tentu juga perlu melibatkan warga masyarakat dengan merekrut dan membekalinya dengan pengetahuan tentang kepemiluan agar warga dapat membangun gerakan partisipatif dan mensistimatisasi diri ketika terlibat dalam ikut serta mengawasi pemilihan umum karena kecurangan yang tersistimatisasi harus dilwaan dengan kebaikan dan kebenaran yang tersistimatisasi seperti ungkpan Imam Ali diatas.

Program rekrutmen terbuka sekolah kader pengawasan pemilu partisipatif yang diselenggarakan oleh Bawaslu sangat relevan dengan situasi kepemiluan kita pada hari ini, karena masyarakt perlu mengetahui bentuk-bentuk kebijakan, sistem dan prosedur (hukum) yang berlaku ketika berkeinginan terlibat dalam penyelenggaraan dan pengawasan pemilu secara partisipatif. Politik uang atau kontrak politik bukan menjadi hal yang tabu dalam setiap momen pesta demokrasi. Satu suara seharga 50 ribu atau satu suara makan di lesehan menjadi sajian yang menarik pagi mayarakat.

Jika kita sedikit saja mentelaah (mengkaji) antara psikologi pemilih dengan calon Bupati/wali kota hampir sama psikologinya yaitu calon ingin memberi, pemilih pengen minta, hampir sebagain besar pemilih memimilih colan yang memberi uang atau makan di lesehan tanpa mempertimbangkan gagasan, ide serta visi misi calon tersebut inipun  terjadi jauh hari sebelum pencoblosan belum lagi kecurangan-kecurangan yang tersusun rapi pada hari pencoblosan dan terkadang sebagian besar warga mengetahui jenis-jenis kecurangan yang terjadi nanum karena sudah dia anggap wajar dalam sebuah pemilu dan adapun kalau warga ingin melakukan pencegahan meraka kan harus mengetahui prosedur pelaporan dan garis kordinasi pelaporan, maka sangat kren langkah yang dilakukan Bawaslu dalam menyelenggarakan sekolah kader pengawasan partisipatif.

Kesadaran  masyarakat terhadap praktek politik uang sangat tinggi namun sangat disayangkan karena sebagian besar masyarakat mengamini peraktek tersebut seakan dianggap lumrah terjadi dalam setiap pemilihan umum sekalipun misalnya dilakukan oleh tokoh Agama pimpinan pesantren juga ikut latah dalam politik praktis, saya tidak menafikan politik praktis ya ! hanya berasumsi bahwa apakah sitem pemilihan umam kita yang membuat peraktek ini terus bergriliya ataukah manusia (tokoh politik) itu sendiri..? selain itu pesta demokrasi yang berbiyaya tinggi, tetapi hanya akan menghasilkan pemimpin yang legalitas dan legitimasinya diragukan

Perlunya melakukan pengawasan adalah adalah tugas luhur Bawaslu karena ia berusaha membangun sinergitas dan integritas serta keamanan berjalannya pemilu, karena lebih-lebih di pemilihan umum seretntak yang kemungkinan resikonya semakin tinggi yang akan diselenggaraklan September 2020 mendatang. besar kemungkinan akan terjadi persengketaan pemilu baik yang terderamatisir dan tersetruktur ataupun keselahan teknis oleh pihak penyelenggara.

Hiruk pikuk politik tidak bisa lepas dari gossip ibu-ibu di pasar, bapak bapak di sawah ladang bahkan disetiap berugak demokrasi menjadi perbincangan hangat, membahas mana lawan mana kawan, prediksi kemenangan sampai membangun gerakan hitam atau sebut saja jurus serangan pajar dan berbagai kecurangan pemilu lainnya, dari itu bawaslu harus hadir dengan pengawasan secara struktural dan fungsional yang kokoh berpotensi besar akan menimbulkan hilangnya hak pilih warga negara, maraknya politik uang, kampanye hitam, dan pemilu yang tidak sesuai aturan.

Analisis politik warga sudah terlihat sangat berkembang karena makin maraknya trend politik sebagai entertainment baik di dunia real dan di dunia maya, kehadiran KPU dan BAWASLU menjadi sangat penting dalam membangun sistem yang terukur dan terarah karena lembaga yang resmi dan membangun kebaikan dengan sitstem terbaik akan menjadikan setiap peroses tidak menghianati hasilnya

On November 04, 2019 by Kojerisme in    1 comment


Beberapa saat sebelum putus dari pacarnya, Sisila pernah berpesan pada dirinya, bahwa ia  tidak akan bisa melupakan kenang-kenagan indah masa pacaran dengan sang mantan. Seakan Gunug, pegunungan, bukit dan pasir pantai serta hamok menjadi saksi bisu kemesraan dan kenangan indah yang telah mereka lalui. Si mantan adalah seoarang pemuda pencita alam, fhoto grafer handal dan jago bikin caption puisi di story WA. Ia bertemu di sebuah acara camp remaja, di kawasan wisata pantai sengigi. disitulah mengapa mereka bisa saling membalas senyum dan canda, saling tukar kontak WA dan berbagi pengalaman tentang dunia perbukitan dan pegunungan.


“diamku terhadapmu di keramaian, adalah untuk menjaga kehormatanmu dan kehormatanku, bukan cuek kepadamu” kata sang mantan ketika masih berpacaran dengan gadis bohay bernama Sisila.

“maafkan aku ! jika kata dan tingkahku tak beriringan dengan keinginanmu, sayang” kata Sisila membela karakternya yang selalu elastis di depan kawan-kawan cowoknya.

Sang mantan tersenyum, tatapannya kosong dan berkata “Aok wah,”

Semenjak kata “Aok Wah” itu, Hampir satu bulan lebih sikap sang mantan acuh tak acuh kepada si Sisila, video caal Via Whattsap, via Massangger Si Sila tidak peernah di respon oleh si mantan, sesekali di respon, tapi itupun si mantan tidak mood untuk mengobrol.

Panasnya hubungan percintaan mereka, puncaknya ketika sang mantan bersama kawan-kawannya Si Basruk, gantang dan Gucul berencana akan menaklukan Gunung Merbabu Yogyakarta. Mereka berempat punya ambisi tinggi untuk menaklukan gunung berapi di seluruh penjuru Nusantara. Legundi adalah kapal yang mereka tumpangi dari Pelabuhan Lembar lombok samapi di Pelabuhan Carik Kota kosmopolitan Surabaya. Dari Surabaya mereka naik Bis dengan menempuh perjalanan selama 9 jam menuju kampong Benner tempat kost kawan mereka yang kuliah keperwatan di Notokusumo DIY.

Sepulang dari Gunung Merbabu, sang mantan rupanya tengah berhasil membumbui seorang perempuan pendaki asal Solo bernama Geastina, perempuan bermata empat, bibirnya buah cerry asal yordania, hidungnya mengecup arah bawah kedua matanya. Sungguh rezeki nompok bagi si mantan yang berwajah lecekan kertas, berambut gondong tak terurus, boro boro ngurusin rambut, mandi aja tiga kali sebulan.

Sebenarnya si Basruk juga mempunyai keinginan untuk mendekati si perempuan Solo itu. Namun sayang, rayuan spektakulernya hanya akan keluar jika jack Daniel, Wiski, wine dan tuak  merasuki kerongkongan dan syarafnya. Begitulah si Basruk, ia lihai bermain rayu, piawai dalam mencari kesempatan untuk mendekati seorang gadis, yaaa ia juga sedikit ganteng, sedikiiiiiiiiiiiit.

Kostnya Gumbrong adalah tempat mereka beristirahat setelah turun dari Merbabu. Disinilah sang mantan menghabiskan waktu untuk PDKT dengan si Geastina lewat telpon via whattsap, si mantan hampir menghabiskan kuota internet temen-temennya, hostpotan.  Si mantan mengeluarkan seluruh kemampuan komunikasinya untuk memerangkap hati dan perasaan  gadis cendra mata dari gunung Merbabau itu. Entah apa yang ada dipikiran Geastina sehingga ia mau menerima sang mantan. kata si Gantang kaka kandung Sang Mantan, ia bercerita bahwa sang mantan berada dalam satu tenda ketika di puncak Gnung Merbabu. Tak heran jika kedekatanya bisa sejauh Lombok dengan kota Solo.

Si Basruk dan Gantang pulang lebih dahulu daripada si mantan dan Gucrul. Dengan kiriman 200 Ribu dari Orang tuanya Si Basruk bersiap-siap pulang.

“aku sudah seperti monyet manusia purba disini” kata si Basruk di depan cermin sambil memegagng elus jenggot bereoknya. Se isin kost yang mendengar perkataan si Basruk menahan tawa, menyembunyikanya dan mencari ruang kosong untuk tertwa,

“hhahahaah basong kanak tie” kata salah satu penghuni kost dari Lombok selatan.
“kok, ia panggil dirinya monyet anak itu, buhahahaha” kata temenya satu kost lagi.

Si Basruk memamng memliki perut buncit, jenggotan dan berambut gondrong serta perokok handal. Mereka berdua pamit, mengucapkan terima kasi basi basi kepada si Gumbrong karena telah memberikan si Basruk dan teman-temanya tumpangan geratis.

hanya dalam satu minggu, Hiruk pikik kota Yogyakarta telah mereka rasakan. Sang Mantanpun pulang ke Lombok bersama Gucrul setelah satu minggu kepulangan si Basruk. Sesekali seorang sahabat bertanya kepada si mantan.

“bagaimana kabarmu dengan si Sisila ?”
“tanya dia saja !?”
“kamu kan pacarnya, sering bersama dan bemesraan dalam satu ekpedisi”
“pokonya tanya dia saja !” kata sang mantan dengan nada sedikit tinggi.

Hubungan sang Mantan dengan si Sisila mulai jauh. Keheranan si Sisila mulai tumbuh, ketakutan kehilangan sang mantan tersa menghantuinya. Menangis, mengeluh setiap ingat sang mantan. Seakan mereka tidak saling mengerti apa yang terjadi.

Sedangkan sang mantan pelan-pelan menguliti si Geastina. Mempererat hubungan LDR nya. Hingga samapilah kabar hubungan dan  kedektan sang mantan bersama Geastina ke Sisila.
Jiwanya tersaruk saruk, suara tangisannya hampir tidak berbunyi dan ia tidak mengeluarkan kata, hanya air mata, membuat matanya sedikit bengkak.hahahaha.

Kabar polemik tentang rasa ini, menyebar ke kawan-kawan sang mantan dan sahabat dekat Sisisla. Seperti gossip murahan, beberpa kawan-kawan terlibat aktif dalam membicarakan hubungan sang mantan dengan Sisila.

Saling menggantung adalah setatus yang tepat untuk menamakan setatus mereka. Hingga samapai pada saatu waktu ketika Sisila dan teman-temanya Siti dan Rabi'ah ingin ngecamp untuk menghilangkan jenuh duni kerja. Mereka mengajak Si Basruk untuk memimpin perkemahan di pantai Mukso sebelah barat Desa Bujur Sangkar

Malam harinya setelah pulang kerja Sisila bersama kawan-kawanya berkemas, siap menuju kongok untuk menghabiskan malam bersama menikmati bintang dan barisan para nelayan yang terlihat seperti perkampungan di tengah laut.

Tak lupa si Basruk membeli minuman penghangat untuk menghangatkan tubuh bersama beberapa personil geruf Aro Jambah. Di sana mereka melingkar sesekali bergiliran meneguk air kehangatan di iringi musik dari Salon blotuoth milik si Udin. Mereka tertawa berbahagia, sesekali mereka bernyanyi bersama.

Si Basruk ternyata tengah mengetahui tujuan Sisila mau ngecamp, yaitu suapaya bisa mengajak si mantan ikut bergabung dalam satu malam bersama di pantai Mukso. Namun saat itu sang mantan memilih untuk menyibukan diri dirumah, ekspektasi Sisila pupus dan terpaksa ikut berbaur bernyanyi lagu-lagu cinta yang menurtnya, lirik lagunya menyindir tentang kisah cintanya bersam sang manatan.

Tak lupa si Basruk memutar lagu-lagu tentang putus cinta, niatnya agar si Sisila terbawa oleh nyanyian itu. Alhasil Sisila mulai menentesakan air mata tak tahan gejolak rasa yang di timbulkan dari lagu-lagu sakti yang diputrar oleh Si Basruk dan si Gantang.

Sisala mulai mencari sandaran. Tidak ada bahu laki-laki tempat ia bersandar menahan sakitnya hatinya pada saat itu. Sisilapun akhirnya berlari sekencang-kencangnya. Duduk di pinggir panatai menagis. Beberpa dari mereka yang perempuan mengahampirinya. Namun hanaya satau cowok yang ia anggap bisa menenangkannya pada saat itu.

“Loni panggilin Aku bang Basruk” seru Sisila sambil menangis seakan mau teriak.
“bang Basruk di panggil sana sama Sisila” Loni memanggil dengan sedikt nafas tidak beraturan.

Basruk menghampiri Sisila dan bertnya.

“kamu kenapa ?”
“aku tidak tahan bang !” kata Sisila sambil mendengus hidung dan pipinya yang basah oleh air matanya.
“nangis aja dulu sekencang kencangnya.” basruk memberikan suntikan psikologis.
Setela bebrapa saat menagis. Sisila mulai bercerita.
“aku tidak bisa melupakannya bang.”
“denger ya..! kamu ini cantik, banyak cwok yang ingin memilikimu, laki-laki bukan hanaya dia saja, kamu bisa mendapatkan yang jauh lebih baik dari dia.” Memberi motivasi semangat untuk bangkit.
“diriku terjerat cintaku, dan aku tak ingin lepas, larutkan aku dalam nyata.”
Sisila nyaris menceritakan kekuatan cintanya. Si Basruk menonjok ringan kepala Sisila, sambil mengatakan “kamu bodoh, mau saja jatuh cinta kepada laki-laki yang tidak mencintaimu.”

Si Basruk mulai merangkul Sisila, mengarahkan kepala Sisila agar bersandar kebahunya. Hampir tiga jam mereka bebicra bertukar pengalaman cinta mereka. Kawan-kawan yang lain meresa bingung.

“apa yang mereka obrolkan dan lakukan hingga tiga jam lamanya” kata salah satu personil aro jambah sedikit tertawa.
‘Mungkin si basruk tengah megeluarkan jurus spektakulernya. Kerena beberapa tegukan minuman penghangat sudah menguasi dirinya.” Celtut salah satu kawan berinisial H.

Detik-detik waktu subuh menyudahi obrolan mereka. Rokok si Basruk juga sudah habis, Menandakan ia tidak bisa lagi merangkai kata-kata indah dan motivasi percintaan. Teman-yang lain terbaring berceceran di pasir pantai, beberapa di dalam tenda menikmati gelora asmara desahan indah.

Pukul 07:00 wita mereka bergegas membereskan sisa-sisa malam mereka. Membagi diri menuju rumah masing-masing. Tak di Sangka Si Basruk telah mendapatkan reward luar bisa hanya dalam satu malam. Sisila tengah terguyur guyonan Si Basruk. Dan kini Sisila mulai tidak memberi perhatian terhadap sang mantan. Lebih memilih menyamankan diri dengan Si Basruk bereok.

Basruk menembak Sisila ditengah-tengah majlis mereah muda lewat Hanphone gegamnya. Dan kini ia berpacaran. Bercumbu dan saling memberi perhatian lebih.

Kita nantikan kisah mereka, apakah ini hanya derama atau sebuah serangan yang mereka buat untuk musu-musuh perasaannya.hahahaha bingkahan









On Juli 30, 2019 by Kojerisme in    No comments

Sekolah lapang agrobisnis kedelai adalah sebuah program yang di galakan oleh pemerintah Kabupaten Lombok Barat dengan pemerintah Desa Sesela  bersama bapak Ali Shadiqin selaku penyuluh pertanian lapangan Desa Sesela bertujuan untuk mengembangkan dan memajukan produksi kedelai. seperti yang pernah di capai sebelumnya bahwa petani kedali Desa Sesela pernah melakukan panen raya. Program ini melibat beberapa pengurus LPM, Karang Taruna membentuk Petani Milenial Desa Sesela dan beberapa petani senior yang nantinya bisa membimbing dan mengamti peroses Sekolah Lapang, kali ini Senin, 29 juni 2019, Pembukaan Pelaksanaaan Sekolah Lapang Agrobisnis

Sekolah lapang Agrobisnis Kedelai 2019 ini merupakan sekolah tanpa dinding sehingga ruang kelas sekaligus perpustakaannya, adalah lahan sawah itu sendiri, yang dipantik oleh adanya keinginan pemerintah Desa Sesela untuk perlu adanya pembangunan disektor pertanian. Dalam pembukaan SL ini turut hadir dan memberi sambutan Bapak UPTD Kecamatan Gunungsari; H. Burhan, Selaku ketua BPD Desa Sesela.

Acara ini dibuka oleh H. Abu Bakar, Selaku Kepala Desa Sesela di dampingi oleh para petani sepuh, ketua LPM dan ketua KTMB Dese Sesela dihadapan para peserta SL Agrobisnis Kedelai.

    Sambutan selakigus membuka Acara LS Oleh H. Abu Bakar Kepala Desa Sesela



    Sambutan dan Pengantar oleh Bapak Ali Sahdiqin,  PPL Desea Sesela 

                Setelah kegiatan ini secra resmi di buka oleh Bapak Kades, kami bersama seluruh pserta dibagikan masing-masing satu lembar kertas yang berisi soal-soal pilihan ganda  untuk di jawab dan dikumpulkan. Soal soal tersebut berisi tentang tes pengetahuan seputaran penanaman kedelai, tehnik penanaman, pembenihan, pengobatan, pencegahan dari penyakit hama dan lain-lain.


    Pserta SL tengah berpikir keras menjawab soal soal pertanian

            Selain diberikan soal-soal, kami juga di bina dalam mensejahtrakan lambung dengan dibagikan kaputan-kaputan yang berisikan beras yang sudah dimasak. Ini dilakukan agar setiap ide dan gagasan pemikiran dan inovasi pertanian terbungkus rapi sehingga bisa di aplikasikan dalam lahan pertanian.

    Riyadi, Sandi, Ham, Golik Dan Hadi berpikir inovasi dalam pensejahtraan Lambung

hari semakin siang acara di tutup dengan berdoa dan pembagian kelompok sekolah lapang agrobisnis kedelai menjadi tiga kelompok. kelompok pertama di ketuai oleh Saudara Rahmad Riadi S.pd, kelompok dua diketuai oleh saya sendiri Helmi Yusup kreen, dan kelompok terakhir kelompok tiga diketuai oleh saudari Zara Amelia Putri Dari Dusn Kebon Louk.
adapun jumlah keseluruhan peserta SL ini 17 orang.

okaayyyyyy...samapai bertemu di hari selanjutnya..

On Juli 24, 2019 by Kojerisme in    4 comments

Rabu 24 mei hari pertama mengikuti pelatihan Sekolah Lapang Agrobisnis bersama Bapak Ali Shadiqin penyuluh pertanian lapangan Desa Sesela Kecamtan Gunungsari Lombok Barat tepatnya di Ladang yaang berada di Dusun Muhajirin. Dua hari sebelumnya kami sempat melakukan pertemuan pertama yang dihadiri oleh beberapa anggota Karang Taruna dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa Sesela dalam membahas skejul dan sedikit materi tentang kegiatan penyuluhan ini.


Tehknikal Miting Sekolah Lapang Agrobisnis Desa Sesla

Hari ini, setelah bangun tidur kesiangan saya membuka smartphone ada beberpa chat  WA group dan Wa saudara golik ia merupakan salah satu anggota LPM yang sangat antusias mengikuti program penyuluhan pertanian ini “ayo kita ke kantor desa semua udah kumpul ni” ajaknya di Pesan Whattsap, “okay tunggu dulu saya cuci muka dan sarapan” jawab saya.

Sarapan dengan nasi sekaput minum 2 gelas, rokok satu batang menemani saya di atas montor menuju kantor desa Sesela. Sesmapai disana ternyata mereka cumman berdua bersama saudara sandiy pemuda asal dusun baraet kubur yang juga peserta penyuluhan ini. iyaa, begitulah sauadra Golik selain jenaka ia juga pintar bermain bohong bohongan hehe.

Setelah beberpa menit menunggu untuk kumpul kami oleh Rahmad Riadi ketua LPM Desa Sesela disuruh duluan menuju lokasi ladang tempat menanam benih kedelai. Di lokasi kami kebingungan mencari lokasinya karena info yang belum jelas kami banyak bertanya di warga setempat dan pada akhirnya kami menemukan rumah dekat ladang temapt sekolah lapang tersebut, kami singgah disana sembari menunggu Bapak Ali Shadikin yang akan memberikan materi sekaligus peraktik lapangan terkait penanaman benih kedelai.

Beberapa menit bercanda dengan kawan-kawan. tiba tiba bapak H. Badrun memanggil kami semua untuk memululai menanm benih kedelai. Bapak H. Badrun merupakan petani sekaligus peternak sapi yang menurut penuturan Pak Ali bahwa beliau sering di datangi oleh para pakar, profeser dan peneliti pertanaian untuk mereka belajar bagaimana menanam kedelai sehingga berhasil dengan baik, bahkan H. Badrun sering di undang ke beberpa daerah untuk memberikan materi lapangan tentang bagaiamana menanam kedelai, jagung dan lain lain dengan baik dan menuai hasil yang maksimal.

Saya dengan beberpa kawan kawan Yani, Hadi, golik, Saiful, sandi dan satu lagi perempuan namanya Rohima, kami berbagi tugas dalam menanam Golik, yani dan Sandi mengambil peran sebagai tukang lubunagi ladang sebagi tempat Sandi, rohima dan Saiful menaruh bibit yang disediakan oleh Bapak H. Badrun. Sementara itu Pak Ali mendokumentasikan dan sembari membimbing kami bagaiman cara menaruh dan melubangi lahan tersebut, jarak baris dan sebagainya.

Menanam Benih Kedelai

Hari mulai siang kamipun bersama Pak Ali dan H. Badrun melakuakn Evalusi di berugak dalam Susana yang begitu sejuk membuat pengetahuan dan informasi yang di sampaiakan pak Ali cepat terlahap habis oleh kami semua. Sekitar pukul 11:45 siang kamipun pamitan dan akan ketemu kemabali pada hari senin 29 mei 2019 di Aula Kantor desa Sesela dalam rangka Pembukaan kegiatan ini, kamipun berharap dan berdoa supaya pertanian khususnya kedalai akan bisa mengharumkan nama Desa Sesela di dunia pertanian seperti pada Tahun tahun sebelumnya. Samapai ketemu di Hari senini gaaes …