berbagi cinta dengan penuh candaan dan lawakan adalah salah satu cara untuk menstandarkan diri dengan teman dan saudara sekitar lingkungan hidup kita

On Desember 06, 2019 by Kojerisme in    No comments


Tak banyak yang mengerti tentang hubungan seorang cowok dan cewek. Meskipun dunia Ilmu psikologi terlalu menitikbertakan persoalan manusia terhadap kaum perempuan, terbukti dengan adanya disiplin kajian Psikologi perempuan. Karen Horney yang pertama kali muncul karena jasanya terhadap psikologi Feminisme (psikologi Perempuan). Heheh. Mungkin dari sinilah sang Mantan tidak begitu mengetahui model rasa dan perasaan Sisila. Atau sebaliknya.

Rumitnya perasaan perempuan sehingga sang mantan tidak bisa mengidentifikasi gojolak rasa rindu Sisila kepada dirinya. Sang mantan hanya fokus terhadap bagaimana ia menjadi seorang lelaki yang bisa menaklukan setiap perempuan.
___________________

Satu minggu berpacaran. Basruk sudah bisa membuat Susana menjadi genting, ada yang tak percaya, ada pula yang menganggapnya sebuah lelucon tentang setatus pacarannya bersama Sisila. Sisila adalah seoarang gadis sedikit seksi yang konon suka berpetualang. Ia biasa menggunakan celana jins ketat sebagai bawahannya tak lupa berjilbab sebagai atasannya, menikah dengan orang yang ia cintai merupakan cita-citanya.


Setelah beberpa minggu sesudah camp di Pantai Moksa, Basruk sudah berani mempublikasikan fhoto Sisila, mengajaknya kencan mengelilingi kota mataram dan sekitarnya, bahkan nonton bioskop Di Eficentrum mall XX1. 

Sang Mantanpun mulai tak terlihat di keramaian, menyibukan diri di dunia Kampus mengeluarkan taringnya sehingga ia bisa merebut perhatian para perempuan kohati (Korp-HMI-Wati) bagian dari Himpunan Mahasiswa Islam yang bergerak di bidang Perempuan. Ia juga mulai berlagak seperti mahasiswa libralis kritis religious. Mulai mengasingkan diri dan tidak tertarik lagi di dunia pencinta Alam, mendaki gunung dan camp di panatai-pantai.

“aku ingin fokus kuliah, mencari penegetahuan dan pengalaman sebanyak-banyaknya. Bila perlu aku akan masuk organisasi.” katanya sambil menyeruput kopi pahit di warung sederhana 24 jam Milik mamik Bidin bersama si Jeki kawanya waktu sering mendaki gunung.

“bukankah dulunya kamu mau menghibahkan dirimu di alam, sebagai pencinta alam selamanya.” Kata Jeki mengingatakan.

“aku tiba-tiba benci dengan semuanya itu, namun aku tetap diam untuk menghormati.”

“yaaaahh.. mungkinkah karena kamu putus cinta dengan Sisila memebuatmu seperti ini.” Sambil tersenyum di iringi seruputan nikmat STMJ hangat.

“Arooo Ubbek jangan bahas, itu menyakitkan. Ndk q bayarang kamu STMJ ni bareh.”

“oooh maaf,, maaf kakak!” 

Kebiasan mereka (sang mantan bersama teman-temanya) setelah pulang dari panatai moksa atau kelaparan di tengah malam dan sepulang Retek (Jap japan) adalah membeli mie di warung sederhana 24 jam milik Mamik Bidin, disana mereka sering jadikan temapat berbagi tawa, canda dan rasa. Terkadang Sedikit berdiskusi tentang hal-hal serius samapai membahas isu-isu percintaan yang sangat konyol dan memalukan.

Mereka hanya bisa belanja di warung 24 jam itu, tak cukup uang untuk membeli makanan di super market, makan di cafe dan nonton bioskop sekali seumur setahun, itupun kalau ada yang ngajak mereka. Harga yang bersahabat dan satu-satunya warang 24 jam mengistiqomahkan mereka untuk menjalin keakraban bersama Mamik bidin dan para chef cantiknya. Namun tidak ada yang tidak tahu warung ini. Rasa mie kuahnya, rasa mie gorengnya khas dan punya cita rasa yang memnajakan lidah.


___________________

Saat dimana Basruk dan beberpa temanya pulang dari majlis merah muda sekitar pukul satu malam. Mereka selalu singgah di warung 24 jam ini. Membicarakan Sisila dengan semangat dan penuh rasa kecemasan. Kebiasan sombong dan takaburnya mulai kelihatan, semenjak ia berhasil memikat hati Sisila lewat curhatan malapetaka waktu di panatai moksa itu.

“ada yang tidak beres dari si Basruk” kata si Oyon, yang merupakan kawan dekatnya si Basruk.

“bukankah si Basruk sangat berkawan baik dengan sang manatan.” ungkap si jeki kepada Oyon.

“akupun pernah menanyakan hal itu, tapi saya langsung di sumpak (dikatai kotor).” Jeki menambhakan.. Waktu mereka ngobrol di Warung Mamik Bidin bersama sang mantan.

“mungkinkah sang mantan cemburu, setelah mengetahui Si Basruk berpacaran dengan Sisila. Sehingga ia tak mau lagi ngebahasnya.?” Ungkap analisis si Oyon kepada si Jeki.

“soal itu aku tidak tahu gaaees. Liat saja nanti apa yang tidak beres dari mereka bertiga.”

Setiap jarak satu malam Basruk berada di majlis merah muda, pulang dari sana, parkir montor dirumahnya Jeki, lalau jalan kaki ke warung Mamik Bidin yang jaraknya kurang lebih seratus meter dari rumah Jeki. Si Basruk berjalan seperti kepiting di panatai Moksa, miring tak teratur. Ia mengungkpakan kesombonganya, terus di layangkan karena telah mendapatkan hati Sisila. Hampir setiap malam Basruk seperti ini. Terlihat seperti merayakan kemenangan. Sering kali mengundang temen-temenya dan membuat keributan samapai pagi, ini ia lakukan untuk merayakan kemenangan yang misterius.

Tak jauh dari kamar Si Basruk, ada Musholla, yang biasanya lewat adzan subuh menjadi pembatas keributan mereka bersama teman-temannya. Adanaya WI-FI yang dipasang oleh tetannganya, membuat Basruk sangat betah berlam-lama di dalam kamarnya bersama temannya, di kamarnya terdapat putukan rokok berserakan, noda-noda bekas kopi nempel di lantai, bantal dan guling terlihat sepeti gamabaran bentuk permukaan bumi yang garisnya terbuat dari tinta alami yang keluar dari usus manusisa.

Semua akan betah disana, yaa kecuali anak-anak   yang masih bersih jiwa dan raganya mereka akan memilih tempat kumpul yang sesusi dengan habitat dan lif style nya. Bagi yang hidupnya hanaya memikirkan bagaimana internet lancer, rokok tak pernah padam dan kopi terhidangkan akan betah di sini. Tak peduli dengan bau kentut yang sling serang setiap pagi, tak peduli tidur bersama putukan rokok asalakan yotube dan ceremah Abdul Somad tetap menginspirasi, nonton film XX1, nonton bokep dengan super Vpn.

Tak disadari disini tempatnya terungkap hal yang tidak beres anatara Sisila dan Si Basruk, seperti yang pernah di katakana oleh Si Iyon kepada Si Beki. Pada mulanya Basruk merahasiakan ini semua, namun yang ia inginkan sudah ia dapatakan, salah satunya kemenagannya dari si Sumut dan Si Halim. 

Ternyata setelah ngecamp di panatai Moksa, Basruk telah membuat tantantang bersama si Sumut dan Halim. Bahwa siapa yang bisa menaklukan dan  mendapatkan hati serta perasaan Sisila ialah pemenangnya dalam tantangan ini, standar kemenangan adalah mengajak Sisila kencan dan mengupload fhotonya di Wahttsap. Yang menang akan di belikan sepulah jambu biji yang sudah dibuat menjadi minuman Jus.

Mengingat ini adalah tantangan. beberpa teknik dan setrategi masing-masing, mereka susun untuk meraih gelar dan setataus pacaran dengan Sisila. Disini Sumut berada dalam jalur yang jauh, kerena sebelumnya ia tidak pernah di kenal oleh Sisila, begitu juga dengannya ia baru sekali melihat Sisila, itupun waktu di atas motor ketika Sisila bergoncengan dengan sang Mantan setelah pulang dari Tanjung Bias sebuah café di Montong Batu Layar. Sumut harus membutuhkan waktu lama untuk memenangkan tantangkan ini atau tidak dengan jalan pintas seperti menggunakan doa dari Kitab-kitab klasik. Hahah

Beda halnya dengan si Halim, sudah saling mengenal namun belum banyak tahu, ia hanya tahu bahwa Sisila merupakan pacarnya sang mantan, tak lebih dari itu, ia juga mengenal Sisila sebagai perempuan yang baik punya loyalitas dan ramah lingkungan. Setrategi yang akan ia gunkan untuk memenangkan tantangan adalah Bohong-bohongan. Ia akan mendekati Sisila dan mengajak untuk konpromi dan berpura pura jadi pacarnya, namun itu tidak bisa terjadi, karena Halim belum pernah mencoba dan tidak mau mencoba.

Dan berbeda sekali dengan Si Basruk Bereokan, ia sudah mengenal Sisila jauh-jauh hari, dan utungnya ia sudah mendapatkan poin ketika di pantai Moksa, ketika Sisila menangis tersedu-sedan terhanyut ditepi panatai Moksa. Si Basruk disana seperti seorang pahlawan kemalaman, Basruk menyumbangkan bahunya untuk Sisila bersandar waktu itu. Bisa dikatakan kesemptan terbesar untuk memenangkan tantangan ini adalah Basruk Si Bereok.

Sisila, Siti dan Rabiah tidak tahu tentang tantantangan ini. “kalau Sisila tahu bahwa ia sedang di taruhkan, mungkin ia meresa sedang mimpi buruk.” Kata Halim Menggumam kepada si Basruk. Sesekali mereka pada tengah malam membahas tantangan ini di pertigaan sambil minum Es dan merokok yang mereka beli dari warung 24 jam itu. 

“intinya sekarang saya sudah berpacaran denga Sisila. Kapan kamu mau bayar utangmu kepadaku, ? membelikan akau sepuluh jambu biji yang sudah di jadikan jus.!” Katanya mengingatkan Si Halim.

“sumpah aku tidak percaya bahwa kamu sudah mendapatkan Sisila.” Halim membantah pernyataan Basruk.
Basruk berjalan menuju got irigasi yang berdekatan dengan rumah Beki, dengan tergesa gesa membuka ritsleting celananya, menyiram tembok tembok di depanya sedkit menggoyangkan pantatnya dan berkata sambil menengok kebelakang tempat si Halim duduk “kalau kamu tidak percaya, tanaya saja Sisila, bahwa akau adalah pacarnya sekarang.” Mengatai Si Halim sembari menutup kembali ritsleting celana jinsnya.

Malam digantikan siang, teradisi bangun siang adalah adalah kebanggan Basruk, sinar matahari pagi hampir tak berani denganya. Sore hari rebahan ke Pantai Moksa. Rotasi kehidupan seperti ini terus dijalani hingga samapai pada suatu saat  dirinya mengalami struk cinta, hatinya melebur bersama dalam rasa sehingga memaksanya kembali kepangkuan perempuan yang ia cintai sesungguhnya.

Sisila hanya sebuah tantangan bagi mereka, namun kecemburuan datang silih berganti dari sang Mantan, ia tak pernah berkata, namun sikap dan lakunya sanagat aneh, sepertinya ia termakan Senjata makan Rindu. Hahaha..

0 komentar:

Posting Komentar