On Maret 23, 2020 by Kojerisme in Esai No comments
Sudah banyak gebrakan-gebrakan baru yang inovatif dan kreatif yang dilakukan oleh beberapa pemuda Sesela, baik di bidang Literasi Kebudayaan, Politik pemerintahan bahkan ekonomi kreatif kerakyatan. Pada tahun 2018 samapi 2019 tercatat sekitar 15 kegiatan yang cukup intens dilakukan dalam cakupan wilayah Desa Sesela, turun naiknya semangat para pemuda untuk ikut serta terlibat dalam setiap kegiatan merupakan sesuatu yang normal dalam sebuah peroses kemajuan dan kemapanan sebuah gerakan atau kegiatan.
Semangat yang konsisten akan tetap
ada,
apabila ruang-ruang ekspresi tidak didominasi oleh satu ide dan gagasan
atau adanya pahlawan kegiatan yang superior, yang terlihat mengaktivasi namun
menyingkirkan ide dan gagasan lain yang tidak menjadi ekspektasi pribadi
semata. Turunya semangat akibat hal yang demikian tersebut kadang membuat
sebegaian pemuda meninggalkan ruang ruang ekpresi tersbut, mungkin karena
niatnya ingin bebas berekpresi malah merasa semakin terkurung dan terbebani
karena hanya ikut mendengar dan menjalani ide orang lain yang bukan gagasan dan
keinginannya.
Dari rentan tahun 2018 sampai
sekarang Terlihat begitu jelas para pemuda/I Sesela satu persatu meninggalkan
ruang dan peran mereka dalam upaya berpartisipasi melaksanakan pembangunan
Desa. Mencari tempat yang nyaman untuk berkegiatan, karena berkemajuan itu
adalah bersama-sama bukan sendiri-sendiri yang di bungkus dengan bersama-sama.
Dari situ banyaklah bermunculan kegiatan-kegiatan dalam cakupan setiap Dusun, seperti membangun persatuan,
membuat program Keagamaan, kelompok ekonomi dan lain-lain.
Dari sini muncul pemikiran-pemikiran
egosentris, seperti persaingan membuat dan melaksanakan kegiatan, tidak adanya
sifat saling mendukung satu sama lain dan bahkan sibuk menjatuhkan citra
kegiatan satu dengan lainnya. Hal seperti ini mungkin bisa menjadi sorotan
pemerintah desa untuk mengakomdodir setiap kegiatan kreatif pemuda baik di
sekala Desa maupun sekala Dusun. Namun disayangkan ketika ada kegitan pemuda
yang dinilai sebagai pesaing kegiatan dan program Desa lanataran tidak
melibatkan Unsur Desa.
Peroses semacam ini menandakan bahwa
pemuda dan warga Sesela sangat mencintai Desanya walapun dengan adanya
persaingan dalam memberikan yang terbaik untuk Desa tercinta. Banyaknya
yang ingin menjadi konseptor dan ingin tampil superior sedikit membuat kegiatan
yang direncanakan menjadi tidak maksimal, alih alih berbuat maksimal malah memperhitungkan
peran dan kontribusinya dalam melaksanakan suatu gerakan perubahan. Belum lagi ketika
salah satu dari konseptor tidak diterima konsepnya akan enggan atau tidak mau
terlibat aktif dalam suatu kegiatan yang bukan konsepnya.
Pandangan yang di tulis ini bukanlah gagasan atau ide
cemerlang para pemuda konseptor melainkan sudut pandang dalam melihat apa yang
terjadi ketika egosentris masih menggerogoti hal-hal baik. Tentu dalam tujuan bersama
ada terselip tujuan pribadi yang jauh dari tujuan bersama, belum lagi
melibatkan kegiatan dengan organisasi di kampus kampus ataupun partai politik dan
komunitas yang turut berperan keras dalam membentuk egosentris di setiap program
dan kegiatan sekala Desa.
Adanya perasaan memiliki pengalaman dan pengetahuan yang tinggi
membentuk keengganan untuk bertabayun kepada para tokoh yang lebih dulu mengenal
Medan tempat melakukan kegiatan. Merasa diri seakan lebih tahu semua tentang
potensi yang ada di Desa Sesela menjadikan kita takabbur dan enggan berkomentar
tentang sesuatu yang dikerjakan atau di programkan oleh pemerintah Desa dan Komunitas
komunitas yang lain.
Perbandingan perbandingan melulu di lakukan, tak lupa
menjujung tinggi gerakan yang yang ia buat dan menganggap rendah kegiatan lainnya.
Secara tidak sadar kita bersaing layaknya partai politik yang mencari dukungan
dan berlomba lomba menjadi yang terbaik di hadapan masyarakat walaupun dengan
cara saling menjatuhkan. Kita seakan sedang mencari prestasi lewat kalimat
sakiti gerakan pemuda. Berjuang untuk mendapatkan sesuatu yang baik-baik.
Menjatuhkan dengan memuji, analisis subjektif menjadi alasan
untuk membuat opini negatif. Saling puji untuk mendapat pengakuan dan bertindak
sesuai dengan ide sendiri tanpa melibatkan kaum Rebahan. Memang semuanya adalah
baik yaitu sama-sama membangun gerakan untuk Sesela yang maju.
Langganan:
Postingan (Atom)
Search
About
Popular Posts
-
Banyak yang suka pamer kebodohan dengan pakaiaan kepintaran, orang banyak mengeluhkan dampak negatif smartphone, internet dan media so...
-
Kemarin malam. Tepatnya malam minggu, Setelah pulang dari Gyem lok Oyok menyumpahi para cecunguk-cecunguk yang tengah asyik MABAR Mobile Le...
-
Sekolah lapang agrobisnis kedelai adalah sebuah program yang di galakan oleh pemerintah Kabupaten Lombok Barat dengan pemerintah Desa Sese...
Blogroll
Categories
Blog Archive
semeton jori senamian. Diberdayakan oleh Blogger.
Bersengg Agama
Bilamana Senjakala Tiba, Doa-Doa kami saling bicara, hingga petang menjelang, Seperti suara Air mengalir💧 dan kiacawan burung🐦Kacer, Mel...



