Bejigar dan Bebinjat. Entah mahkluk apa itu, sebelum saya masuk sekolah SD sekitar tahun 2001 saya sudah mendengar Istilah Bejigar dan Bebinjat ini dari orang-orang Tua dan orang Dewasa kala itu.
Sampai sekarng istilah kata Bejigar dan Bebinjat masih sering di lontarkan untuk mengomentari sebuah peristiwa yang tidak bermoral, kadang untuk menanggapi perbuatan orang-orang yang melanggar norma di masyarakat.
Misalnya. “Pada malam hari ada seorang Pemuda yang tak dikenal membuang kotorannya (tainya) di teras-teras rumah warga, dipagi hari warga yang berharap bisa mengihurp oksigen segar malah hidungnya terasa dihantam oleh bau tai orang dewasa yang bertumpuk bagikan kado dari Iblis” lalu orang-orang akan berkomentar atas yang kelakuan tak bermoral itu : “sei kek bejigar Noi ngene entan ne, bebinjat jamak”, atau yang lebih ekstrim “Bajingan jamak, memang sundel kanak si noi ne”. kata-kata ini hidup tengah-tengah kondisi sosial masyarakat.
--
Kata Papuk Kedol penemu sekaligus pengarang istilah kata “Sundel, Bajingan dan Ubbek” bahwa khusus kata πππ£π’π ππ« πππ§ ππππ’π§π£ππ itu menurutnya masih berada pada posisi setandar dalam kalimat Sumpa’an/nyumpa’ang (kata kotor) tapi masih sebangsa dengan kata Sundel, bajingan dan Ubbek. Tepatnya Papuk Kedol ingin mengatakan : “hukum mengucapkan kata Bejigar Dan Bebinjat dalam menanggapi perbuatan tak bermoral adalah Mubah (boleh-boleh saja)”, bahkan menurut Guru Bajo hukumnya Sunat Muakkad (anjuran yang ditegaskan).
Mula-mula kalimat-kalimat sumpaang hanya di gunakan ketika dalam keadaan yang serius dan mencekam, di saat emosi tinggi atas dasar kemarahan dan kebencian. Namun Seiring waktu Di Sesela kebanyakan sedikit orang-orang menggunakan kata bejigar dan saudara-saudarinya untuk bercanda bahkan menjadi penanda keakraban dan persatuan keteguhan solidaritas. Jadi jangan heran disebagian Dusun di Desa Sesela mereka melafalkan kata Sundel dan saudara-saudaranya dengan sangat Fasih seperti terdengar menggunakan hukum bacaan Izhar dan Qalqallah, sangat kentel serta pakel.
Namun, kata Bejigar dan saudara-saudarnya merupakan sebuah bahasa yang masih digunakan sampai sekarang, tentunya ia menjadi legenda dan membudaya ditengah-tengah masyarakat, perannya tak kalah populer dengan istilah-istilah baru yang sering di ucapkan oleh para generasi virtual seperti Anjir, Anjim, Bangke, Toxic dan lain-lain.
Saya sendiri mulai fasih mengucapkan kalimat Sumpa’aan ketika kelas 6 SD, kala itu ketika saya mulai bergembel bersama sahabat-sahabat Biletepung, panas matahari yang berkeneng-neng di siang hari, bersetubuh dan bergelut dengan tumpukan sampah membuat saya terpaksa belajar mengucapkan kata-kata Bejigar dan saudarnya untuk melawan lelah dan kerasnya perkerjaan memulung waktu itu . Pantes juga ada orang yang mengatakan bahwa lahirnya kata-kata kotor atau fasihnya pengucapan sumpa’an di Sesela di sebabkan karena dulu entah tahun berapa sebagian besar profesi warga Sesela adalah sebagai buruh lembar, pekerjaan yang begitu keras mempengaruhi psikologis sehingga yang keluar banyak dari kata-kata sumpaan itu (kata kotor).
Namun Saya akan lebih setuju terhadap pendapat yang mengatakan bahwa “buruh dan perajurit tentunya tak berani berkata kasar dan keras karena mereka terkekang di bawah perintah bos atau Raja, maka mereka harus dituntut untuk berkta dan berbicra dengan lemah lembut penuh sopan santuh betiang berenggih kepada bos atau raja, sedangkan perkataan kasar seperti pembentakan, perintah yang tegas termasuk kata sumpa’aan lahir dari para kesatria merdeka, Bos, faith dan raja-raja. π
_____________
Yang dimaksud Bejigar dan saudara-saudarinya adalah : Sundel, Bajingan, Ubbek, Bebinjat, Sintele, Sintelor, jadah, satoan, Andrek, dan lain-lain. silahkan tambahkan kalo emang kamu benar-benar kanak Sesele.
Search
About
Popular Posts
-
Banyak yang suka pamer kebodohan dengan pakaiaan kepintaran, orang banyak mengeluhkan dampak negatif smartphone, internet dan media so...
-
Kemarin malam. Tepatnya malam minggu, Setelah pulang dari Gyem lok Oyok menyumpahi para cecunguk-cecunguk yang tengah asyik MABAR Mobile Le...
-
Sekolah lapang agrobisnis kedelai adalah sebuah program yang di galakan oleh pemerintah Kabupaten Lombok Barat dengan pemerintah Desa Sese...
Blogroll
Categories
Bersengg Agama
Bilamana Senjakala Tiba, Doa-Doa kami saling bicara, hingga petang menjelang, Seperti suara Air mengalirπ§ dan kiacawan burungπ¦Kacer, Mel...


