berbagi cinta dengan penuh candaan dan lawakan adalah salah satu cara untuk menstandarkan diri dengan teman dan saudara sekitar lingkungan hidup kita

On November 22, 2018 by Kojerisme in    No comments

Oleh
Gubernur Al Mayusi

Malam kamis 07 November 2018 saya bersam kawan kawan, dosen dosen dan rektor Majlis Al-Mayusi, serta sebagian besar Remaja Remaji Dusun Keborusak Menghadiri rafat persiapan Lomba dalam rangka menyambut Maulid Nabi besar Muhammad SAW 1441 di Masjid Al-Halimy yang diadakan oleh PHBI (Panitia Hari Besar Islam) Remaja Masjid Al-Halimy. kegiatan rafat dan perlombaan dalam rangka peringatan kelahiran Rasulullah SAW di Masjid Jamiq Al-Halimy  merupakan kegiatan yang rutin di laksanakan setiap Tahunnya oleh setiap pengurus remaja masjid dari tahun ke tahun.
Rafat kali ini banyak dihadiri oleh kawan kawan remaja yang sudah sering menjadi panitia dalam acara hari-hari besar Islam di tahun tahun sebelumnya dan sedikit sekali remja remaji U18 yang ikut  hadir, mungkin belum melek Musyawarah kali ya ?. Ketua PHBI Rahmat Hidayat RT 09 langsung membuka acara rafat sekaligus menjadi moderator atau pemimpin jalannya musyawarah kali ini, setelah membuka acara dengan shalawat dan pembacaan “Al-Basmalah” beliau langsung membahas pembahasan yang pertama dengan melontarkan satu pertanyaan  untuk menyambut dan merayakan Maulid apakah kita akan mengadakan lomba atau tidak..? setau saya, pertanyaan ini muncul karna melihat dan mempertimbangkan waktu dan tempat, karena mungkin waktu yang sangat dekat dengan hari H atau karena melihat Masjid yang belum punya lokasi yang pas untuk dijadikan tempat perlombaan.
    ketua PHBI (paling depan kiri) rafat 

Pertanyaan yang di lontarkan oleh ketua PHBI kepada musyawirin tersebut membuat sedikit hening, hampir 15 detik peserta rafat belum juga ada yang mengngkat telunjuknya melainkan hanya saling tanja (persilahkan) untuk memberikan jawaban dan pendapatnya beserta argumentasinya, walapun sebenarnya banyak yang ingin memberikan ide dan gagasannya. Selang beberapa detik, Ust Sobri (Pendiri Sanggar Dusun Kebun Indah) mulai melirik lirik untuk memastikan bahwa memang belum ada yang mau menunjukan telunjuk dan belaiu langsung mengatakan “mae oku coba mae” Ust Sobri kemudian mulai memberikan wejangan dan ide ide tentang inovasi baru dalam mengadakan Lomba seperti beliau memberikan pandangan tentang subtansi dan esensi dari sebuah perlombaan bahwa sejatinya lomba-lomba yang diadakan mesti bersifat konkrit, yang bisa mengasah seni dan kreativitas dan mengandung manfaat di dalam masyarakat seperti, lomba membersihkan lingkungan, lomba bersedekah, lomba majlis taklim, untuk mendukung pendapatnya beliau menyebutkan bhawa TGH. Munajib khalid juga dulu menawarkan kepada PHB untuk mengadakan lomba teater atau derama, menurut Ust. Sobri himbawan mamik tersebut semata mata untuk memberikan ruang bagi remaja untuk berekspresi serta selalu melakukan pembahruan dan tidak monoton dan konservatif.
Setelah panjang lebar menyampaikan mendapatnya, kemudian disambung lagi dengan pendapat Pereman Ijtihad (sang pendobrak peradaban kelam) beliau berpendapat bahwa sejatinya lomba tidak mesti diadakan mengingat waktu yang sedikit dan kesiapan untuk kurang bersemangat dan jarang yang mau mengerjakannya, lalau apa yang ditawarkan Ahmad Ijtihad kali ini, beliau menawarkan sebuah gagasan tenatang penyambutan Maulid Nabi yaitu denga  satu hari sebelum acara maulid kita akan mengadakan shalalawat bersama, tausiah serta shalat tasbih berjamaah karena ujud rasa cinta kita kepada nabi Nabi dengan bersolawat kepadanya.
Setelah itu tidak ada yang mau memberikan tanggapan ataupun pertanyaan selain usts Ijtihad dan Ust Sobri, Usts sobri kemudian memberikan setimulus kepada masyawirin untuk berpendapat belaiu berkata “kalo memang tidak ada yang berpendapat dan berbicara buat apa kita adakan musyawarah..? kalo begitu ayo dah kita pulang..” mendengar itu saya langsung berpendapat padahal sebenarnya saya siih sering setuju setuju aja tuuhh kalau mendengar ide dan gagasan usts Sobri dan Ijtihad karena menurut saya tidak ada yang lebih benar dan lebih baik selain mereka berdua. Saya pun maulai molantarkan kalimat dan komunikasi publik yang ancur ancuran namun berisi tentang kesetujuan saya untuk mengadakan lomba saya katakan di musyawarah tersebut bahwa lomba  yang diadakan setiap thaunnnya ketiaka datang bulan maulid adalah pemberitahuan kepada masyarakat bahwa maulid sebentar lagi akan datang dan tentunya lomba wajib di adakan salah satunya dengan melibatkan usnusr pessntren untuk menjadi ruang para santri melatih mental dalam berkompetisi, santri dalam arti seluruh masyarakat remaja dan pemuda serta adik adik yang terdaftar di yayasan pendidikan Al-Halimy Sesele dan tidak lupa juga yayasan pendidika  Banu Sanusi.
Dari beberpa mendapat tersebut PHBI menguatkan bawha kita akan adakan lomba namun tetap kita akan adakan usulan Ahmad Ijtihad yaitu shalwat dan shalat tasbih berjamaah sehari seblum hari H. Disini yang belum disepakati adalah tentang lomba apa yang akan diadakan.. secara tiba tiba dan secepat kilas usts. Sobri langsung menyambar komunikasi usts Rahmat PHBI dan mengatakan dengan tegas dan kaya akan kosakata bahwa katanya kita akan mengadakan lomba yaitu lomba baca kitab dengan model majlis taklim artinya lomba ini bukan semta mata kompetisi melainkan sebuah panggung untuk teman-teman santri berekpresi dengan ilmu yang telah didapatkan dipondok menurut usts Sobri  lomba ini tidak ada juara 1 ataupun juara 2 dan 3 ini supaya tidak menimbulkan tendensi diantara lembaga pesantren yang tersebar di dusun kebuin indah ini.
Waktu berjalan dan tak terasa sudah pukul 23:00 Wita belum ada garis besar yang diperoleh dari musyawarah kali ini, dan dirasa waktu sudah larut malam, langsung saja Ustazah Minhablil Warid mengambil posisi sebagi pembaca kesimpulan melangkahi moderator, namun sayang hasil kesimpulannya dibantah oleh seorang ust juga yaitu H. Halim Zakili beliau melihat dan mendengar kesimpulan tersebut dan merasa masyakat tidak diikut sertakan dalam kegiatan ini belaiu mengatakan bahwa ini bukanlah panggung santri jadi jangan sepesialisasikan santri doang, mari libatkan masyarkat. Dan akhirnya hasil musyawarah belum bisa disimpulkan malah di libas dengan waktu yang hampr tengah malam.
Adapun hasil rafat yang bisa disimpulkan walaupun dalam keadaan yang masih ribut yang penting dibacakan adalah :
1.  Lomba majlis taklim dan khadroh (panggung pengajian dan khadroh) sepesantren Sesela Kebun Indah di masjid Jamiq Al-Halimy waktu belum ditentukan.
2.  Shalawatan bersama TGH. Munajib Khalid dirangkain dengan shalat Tasbih Secara bejamaah dan Tausiah keutamaan shalawat (asroru shalawat) dua hari sebelum acara inti dimasjid Al-Halimy Sesela.
sekian rapat kali ini..


    fhoto bareng Al-Mayusi, PHBI, Remaja Keborusak



On November 05, 2018 by Kojerisme in    2 comments


Sebagai masyakat Sesela yang berkemajuan di bidang pendidikan, berkemajuan dalam bidang seni sosial budaya. sebagai salah satu desa yang banyak menyimpan misteri yaitu dengan adanya air sumur yang meluap yang berada di dalam areal Masjid Jami' Sesela. hal ini menurut kepercayuaan masyarakat adalah tanda adanya kejadian besar yang akan menimpa bangsa. desa yang memiliki 11 dusun yang juga terkenal sebagai salah satu sentra usaha kerajinan ukir ukiran di kabupaten Lombok barat. Desa yang berdiri sejak tahun 1866 ini, memiliki segudang potensi dan segudang SDM yang terdiri dari banyak sektor, seperti sektor pendidikan islam klasik, sektor budaya dan pariwisata sector pertanian dan perkebunan dan banyak lagi sektor sektor yang berpotensial untuk di kembangkan sebagai salah satu sumber pendapatan asli Daerah.
Salah satu upaya untuk mewjudkan semua itu, masyarakat Seselsa perlu bersatu menyatukan tekad dan persespsi dengan satu kalimat “Sesela yang berkemajuan, berintegeritas agamis dan berbudaya.” Adanya pemerintahan desa  dirasa belum cukup untuk menjadikan nama sesela terbang mengudara di kancah provinsi bahkan nasional, namun lebih dari itu untuk mengelola potensi dan SDM yang besar ini. perlu di suarakan. dari itu kita butuh menghadirkan seorang tokoh yang punya loyalitas tinggi, integeritas kepada orang lain, yang percaya terhadap kemampuan orang lain, mendengar apa yang di samapaikan masyarakat, kemampuan memahami kebutuhan masyarakat remaja dan pemuda, bisa mennjadi navigator orang lain dan tentunya mampu memproduksi orang-orang berpengaruh.
Sudah puluhan tahun kita berada dibawah, sekian tahun menjadi penonton. Memang, kita sudah dari dulu di doktrin untuk selalu bangga menjadi orang atau masyarakat Sesela. dan hari ini saatnya, kita membagi kebanggaan itu menjadi kebanggan masyarakat banyak, sehingga kita bisa menunjukan kepada orang banyak, bahwa apapun yang dicari di Sesela ada, mulai dari Ilmu Agama lewat pesantrennya, keseniannya, situs bersejarahnya, budaya dan adat istiadatnya dan bahkan penduduknya yang unik dan multitalent, dan masih banyak lagi hal hal unik dan istimewa lainnya yang bisa ditemukan di desa sesela.
Sekian ide, gagasan dan inisiatif cemerlang dari kawan kawan pelajar, pemuda dan mahasiswa dalam keikutsertaannya membangun desa belum bisa terealisasikan dan terintegeritas dengan baik, karna itulah. kita saat ini. sebgai masyarakat, remaja, pemuda, pelajar dan mahasiswa butuh seorang tokoh yang bisa menjadi corong dan penyambung suara kita ke atas. tokoh yang tidak hanya mampu menampung aspirasi, namun bisa meujudkan aspirasi masyarakat, dan sebgai masyarakat sesela kita butuh seorang tokoh yang paham tentang apa yang menjadi kebutuhan masyarakat banyak, bukan kebutuhan segelintir orang atau kelompok dan partainya.
Di sesela tercinta khususnya dalam setiap momen kontestasi politik atau tahun politik telah benyak penomena sejarah kelam yang perlu untuk di ingat namun wajib untuk dijadikan pelajaran. Tercatat di tahun lalaui, tahun 2014, di Sesela Calon untuk DPRD kabupaten Lobar sekitar 5 calon dari partai yang berbeda, sedengkan caleg provinsi, sekitar 4 orang dari partai yang berbeda pula. Dari sekian banyaknya calon saat itu secara tidak sadar dan secra politik kita sudah jauh dari kata “Menang” dekat dengan kata “kalah”, dan kekalahan itu, bukanlah kekalahan dari masing masing celeg tersebut, melainkan adalah kekalahan kita, kekalahan desa kita tercinta
Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 akan digelar serentak pada 17 April 2019. Rangkaian tahapan sudah dilakukan sejak tahun ini, tepatnya pada tahun lalu Oktober 2017. Sebagi masyarakat dan pemuda sesela, tentunya mulai dari sekarang kita harus bisa membaca dan berpikir secara cerdas demi kemajuan desa dan kemajuan kita bersama sehingga kita bisa berdaulat secara ekonomi berdaulat secara sosial dan budaya dan berdaulat secara spiritual. Utuk meujudkan hal itu mari tebarkana kebaikan, shering ide dan gagasan yang membangun bukan menjatuhkan, bicarakan kemajuan bukan kemunduran, buang egosentris junjung tinggi kebersamaan.
Tokoh yang di butuhkan oleh masyarakat saat ini, adalah tokoh yang sudah terbukti memberikan dedikasinya secara total dan tanpa pandang bulu untuk masyarakat. Ada banyak sekali orang yang berdedikasi tinggi dalam berbagai bidang yang dapat kita jadikan acuan dan panutan. Salah satunya adalah H. Faidullah, seorang tokoh pemuda yang selalu aktif di barisan terdepan dalam setiap kegiatan, baik kegiatan yang bersifat kepemudaan dan olahraga, kegiatan pembangunan Desa, terlibat aktif dalam mencerdaskan anak anak bangsa lewat dunia pendidikan pesantren didesanya, beliau jujga memiliki kecakapan berkominikasi dengan seluruh elemen masyarakat yang bisa kita harapkan mampu menyuarakan hak hak kita didunia pemerintahan. dan masih banyak lagi ide dan gagasan besar beliau yang di pakai dalam setiap ivent ivent besar, seperti “Sesela Mengaji”. Sesela mengaji ini merupakan pra acara Haul Alm. TGH. Abdul Halim yang ke-48 perintis sekaligus pendiri pondok pesantren Al-Halimy Sesela. Sesela mengaji di 14 titik di setiap masjid dan mushola Desa Sesela sejak pukul 08.00 hingga pukul 17.00 seakan membingkis indah tradisi desa yang sangat kental dengan aktifitas santri, seakan maulid dan isra mi'raj juga sedang terselenggara pada satu waktu dan demikian hidupnya desa sesela tahun itu.
Sosok H. Faidullah adalah sosok yang bisa kita harapkan membawa perunbahan progresif dengan kemampunya menguasai bahsa asing inggris dan bahsa Arab untuk  mampu berdiplomasi dengan tokoh tokoh besar nasional dan internasional dan dengan kemampuan dan wawasan yang luas beliau mampu memperkenalkan keunikan Desa Sesela sebagai Desa seribu Pesantren dan Desa berkesenian. Untuk meujudkan semau itu mari kita sama sama rapatkan barisan bersatu dalam bejerja sama mendukung H. Faidullah di panggung kontestasi 2019 nanti demi kemajuan Desa tercinta pada khusunya kabupaten Lombok barat pada umumnya.

    H. Faidullah (depan) H. Abu Bakar (belakang).
On Juli 13, 2018 by Kojerisme in    No comments

خمسة أيام على الرمال البيضاء
(five day in Pasir Putih)

Berawal dari cerita saya ke Semeton (Saudara) Sibawaih di  BTN Gegutu indah Desa Midang tentang saya yang berkeinginan untuk terus belajar mencari pengetahuan dan pengalaman sebanyak banyaknya, Siabawaih menawarkan saya untuk datang ke Pasir Putih untuk belajar sekalian untuk MABAR (main bareng) mobile legend katanya, sayapun setuju dan bangga dalam hati karna ini saya tunggu tunngu sejak selesai kegiatan Berajah Aksara Pasir Putih tahun 2017 di desa Sesela Gunungsari. Di kegiatan brajah aksara tersebut, saya berpikir  untuk melihat hal yang besar bukanlah dari yang besar tapi sesuatu yang besar itu akan terlihat jelas jika kita melihat dan membaca dari hal hal kecil seperti narasi narasi warga, pedagang, petani, dan lain lain.
Sejak tawaran Sibawih itu sayapun berangkat ke Pasir Putih hari Ahad tanggal 08 juli 2018 pukul 04:25 sore bersama Semeton Ijtihad direktur brajah aksara, sampai disana saya bertemu dengan teman teman pasir putih dan semeton Abet seorang peneliti, penulis dan pegiat kebudayaan asal padang Sumatra barat. Pada saat itu sedang berlangsung jug salah satu kegiatan pasir putih, yaitu Ngaji Gubuk dan kelas wah sebuah kegiatan yang menurut saya banyak memberikan edukasi dan pelajaran penting bagi masyarakat dan anak anak SD, dalam keguiatan tersebut juga ada pameren seni cap lampu dan nonton bareng film Amak Dahrun sampai pukul sebelas malam.
            Senin pagi sekitar jam Sembilan Pagi semua teman teman pasir putih mengadakan rapat tentang pembuatan film dan berdiskui bersama Abet membahas penelitiannya tentang Kebudayaan dan adat istiadat di Lombok. Saya ikut mendengar dan mencatat apa yang di bahas peserta rapat pagi itu, dalam rapat dan diskusi itu saya mendapatkan banyak sekali pengetahuan terutama tentang Budaya adat istiadat dan pariwisata di hamper semua desa dan kecamatan di kabupaten Lombok utara, di rapat yang berlangsung selama kurang lebih Sembilan jam itu saya mengerti bahwa inilah proses belajar.
            Pada malam selasa selesai makan dan main mobile legend sekitar pukul 09:00 saya mulai berpikir bahwa di Pasir Putih belajar itu bukan hanya sekdar mendengarkan orang yang pintar berbicara di depan, melainkan belajar itu adalah bagian dari peroses, dan proses itulah sebenar benarnya ilmu dan pengetahuan yang paling bermanfaat karna Ghazali selaku direktur Pasir Putih berkata kepada saya di sela sela rapat “jalani dan ikuti apa yang nantinya kamu bisa temukan Di Pasir Putih jangan terlalu tidur, pokonya banyakin nonton film dan baca buku aja dulu” selasa siangnya sekitar pukul 13:14 WITA saya mendekati semeton Okak okok selaku Direktur Bangsal Menggawe dan Bioskop Pasir Putih untuk minta rekomendasi dia tentang film apa yang musti saya tonton.
            Semeton oka merekomendasikan saya film jepang yang berjudul Ratap sendu Osaka (bahasa Indonesia) yang dibuat buat pada tahun 1936 oleh sutradara dari Jepang bernama Kenzi Mizogochi yang bercerita tentang perempuan bernama Ayako bekerja sebagi karyawan di perusahaan parmasi di Jepang. Ayako bisa dibilang perempuan karir atau tulang punggung keluarga setelah ayahnya menjadi buronan karna telah menggelapkan anggaran perusahaan tempat dia bekerja.
Ayako dan adiknya Saciko merasa bosan dengan tingkah laku ayahnya yang tidak mau bertanggung jawab terhadap perbuatannya, disamping itu setiap waktu utusan perusahaan terus saja mencari ayahnya untuk menuntut pertanggung jawaban, rasa tidak kuat dan malu membuat Ayako bertengkar dengan ayahnya Ayakopun di usir dari rumah dan memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya dari perusahaaan parmasi. Ayako mencari uang dan rela menjadi selingkuhan orang kaya untuk mendapatkan untuk menebus utang bapaknya. Waktu berjalan Ayako yang lugu dan baik hati tak sadar tentang perubahan dirinya yang mewah menjadikan ia lupa segalnya dan bahkan akhirnya dia tidak di terima oleh keluarganya lantaran telah banyak di ketahui oleh semua orang bahwa dia pernah di tangkap polisi karna menipu banyak orang.
            Selesai menonton saya duduk santai meroko di depan teras depan kantor Pasir Putih sambil menikmati sinar matahari sore, okak mengajak saya untuk mendiskusikan film Ratap sendu Osaka yang baru saja selesai saya tonton, disitu semeton Oka banyak menjelaskan kepada saya tentang bagaimana melihat dan membaca sebuah film dengan landasan ilmu tentang film dan sejarahnya semeton Oka juga berbicara tentang sejarah film, video dan mesin cetak beserta menyebut tokoh tokoh penemunya, dan seneton Oka berkata “memahmi karya film bukan hanya terletak pada jalan ceritanya. Namun, kita juga  harus bisa membaca bahasa film, pergerakan kamera” pokonya yang berkaitan tentang Audio Visual dalam sebuah film.
            Hari kamis bangun kesiangan karna tadi malam bergadang nonton semi pinal Piala Dunia antara timnas Inggir versus Kroasia, dan tak terasa sudah hampir seminggu saya disini (Pasir Putih), rasanaya seperti saya pertama kali KKP di Desa setiling kecamatan Batu Keliang Utara 2015 disana hampir seminggu saya tidak pernah keluar posko hanay tidur tiduran saja, tapi kalo di Pasir Putih seminggu di dalam rumah beraktivitas memasak, menulis, nonton film, membaca buku dan berdiskusi, membuat hari hari saya bermanfaat, merasa banyak hal baru dalam diri pribadi saya selama lima hari itu.
            Selain nonton film. membaca buku adalah aktivitas yang saya banyak lakukan di sini (Pasir Putih) terutma buku yang berjudul VIDEOBASE: Vidio, Sosial, Historia karya  Forum Lenteng Jakarta. Buku yang direkomendasikan oleh Polong Ghazali untuk saya abaca ini isinya antara lain tentang sejarah Media video, medium video sebagai pembangunan sosial budaya masyarakat dan upaya memetakan peran teknologi sebagai bagian dari integritas bangsa. Buku yang 99 halaman itu sungguh memiliki banyak kandungan, terutama tentang peran medium video dengan peradaban bangsa di era orde lama dan orde baru.


            Lima hari disini sangat bermanpaat bagiku, setidaknya biasa memudarkan gelar mayus yang melakat pada diriku ketika dirumah (Sesela). menambah wawasan, pengetahuan, dan pengalaman itulah yang terpenting dalam fase ini. Kebaikan itu harus menang dari keburukan oleh karna itu belajar menyampaikan kebaikan dengan  kebenaran itu sangatlah penting supaya kita bisa mendeteksi keburukan dan kejahatan yang disampaikan dengan kebenaran, berbohong dengan kebenaran bisa bisa saja dilakukan tapi itu pasti akan jauh dari kebaikan.

    Berkunjung Ke Pawang Rinjani (Gangga KLU)


    Diskusi kebudayaan ( Knator psir putih)







On Juni 22, 2018 by Kojerisme in    No comments
Lambain rasa lewat hembusan angin
Membawa Rindu tertiup ke dalam Cinta,
Karna rasaku ada mengalir lewat angin yang bertiup
Semakin kuberdiam semakin keras angin bertiup membawa pesan Rindu.
Malaikat pembawa cinta!
Sampaikanlah diamku dan kalamku kepadanya..
Biarkan dia merasakan apa yang ada di balik diamku dan kalamku .
Naluri cinta akan selalu benar
Dan aku percaya kau selalu mencintaiku

    Bukit penyesalan (Sembalun)

On Mei 09, 2018 by Kojerisme in    No comments


Kebenaran yang kau anggap selalu benar hanyalah sampah
Cinta yang kau anggap selalu indah dan suci hanyalah Dusta
Nyatanya kebenaran selalu mempertengkarkan antara aku dengan kau
Nyatanya cinta itu selalu menyakitkan, menyakiti dan tersakiti anatra aku dan kau.

Lantas kebenaran yang manakah yang engkau maksud..??
Cinta yang bagaimanakah yang engkau puja dan puji......??

Seringku terpojok dan menangis dalam hati sebab Anggapan benarmu
Tidakkah sesekali engkau membenah diri dengan kebenaran disakumu
Aku hanyalah korban kejahatan dan kebiadapan kebenaran murahanmu
Menetek dan bersetubuhlah dengan kebenaranmu dan melahirkan kemunafikan.

Mencinta hanyalah menimbulkan luka dan cemburu dalam hati
Cinta Mendrong dan membujuk kau dan akau dalam jenddela zina
Duhai kebenran dan Cinta apa mungkin kau bisa mengantarkanku kepada Tuhan..??
 Jka kamu sendiri terus terusan mengelabui dan menyesatkan…



    Helmi Yusup berpose ( Bentek)

Kojerisme

08-05-2018
On April 25, 2018 by Kojerisme in    No comments


Beliau yang sedang digadai kehormatannya, ditinggalkan kebajikannya di acuh tak acuhkan suara dan himbawaannya, hanya dikarenaklan oleh suatu momentum yang memaksa untuk memilih keberpihakan yang tidak mengikat, dan seakan akan orang lingkungan sekitar telah melupakan kontribusinya, melupakan pengabdiannya untuk masyrakat, dan melupakan jasanya bagi  kaum pelajar santri, memang tidak ada paksaan untuk kaum santri maupun pelajar dan alumni untuk selalu ikut jalanya, patuh perintahnya dan mendengar arahannya selama itu baik dan manfaat untuk masyarakat. namun, harus mafhum oleh alumni dan santri apa isi wejangan beliau.

Beliau yang selalu dinanti petuah dan ajiannya, fans para ibu ibu dan bapak bpak pengajian, fans para ibu ibu pasar dan bapak lembar, rujukan para santri sekaligus beliau adalah kehormatan para pemuda yang selalu di lindungi nama baiknya di setiap tindakan dan aktivitasnya yang dimana pada momen ini beliau sedang berjuang unntuk membalas kebaikan dari kebaikan orang lain dan kebaikan masyarakat, di saat bersamaan beliau juga sedang menjalankan perkataan Umar bin Al khatab yang mengatakan “tawadhulah kalian terhadap orang yang mengajari kalian”.

Momentum inilah yang membawa lingkungan sekitar untuk di hampiri oleh Sumbangan silih baerganti mengkele dimana mana rokok kupi begelanyat, silaturrahmi keluarga musiman, bahkan sampai sumbangan untuk masjid dan sarana prasana, hanya dalam satu momentum membuat kadar ketaatan dan kepatuhan masyrakat dan alumni kepada beliau berkurang lantaran beliau bukan dari bagian sang donatur majlis kupi rokok dan mengkele.

Menurut penguasa alam raya keberpihakan dalam berpolitik itu memang sangat penting untuk dipublikasikan, mengingat siapa yang mesti di gauli siapa yang mesti di kasih motoking supaya arah dan tujuannya pas sesuai dengan target. Tapi, alangkah beruntung semeton semton yang diam diam saja dan apatis terhadap pemilukada ini mereka bisa kesana kemari berpindah dari majlis rokok yang satu kemajlis rokok yang lain.

Momentum ini membuat Warna warni lingkungan sekitar semakin kasatmata berani bicara walau tak punya kepentingan, yang satu merasa enggan yang lain merasa penting, walau tempatnya di lingkungan skitar. Namun, momentum ini  bisa  sedikit mendeteksi kawan dan lawan bagi yang bersangkutan dan yang menilainya seperti itu.



    Senja ( pantai Tebing Rempek KLU)
On April 05, 2018 by Kojerisme in    2 comments


Banyak persoalan dan masalah hidup yang di cegah atau dihindari dengan selalu melakukan penyimpangan, yakni penyimpangan yang tidak merugikan orang lain dan hanya merugikan diri sendiri. seperti kegiatan yang lakukan di bawa manggis, tapi banyak juga persoalan dan masalah hidup yang dihindari, dicegah dengan melakukan kebaikan individualistik seperti shalat berjamaah di masjid yang dimana kedua perlakuan ini bisa di lakukan oleh semua orang sesuai dengan kecenderungannya, artinya secara manusiawi manusia tidak dibatasi dalam melakukan sesuatu yang tidak merugikan orang lain secara fisik. 
saat ini adalah zaman now, yakni dimana manusia berada dalam suatu sejarah yaitu antara baik dan buruk pahala dan dosa seakan tidak punya pembatas atau scat, makanya tiadak heran kita sering kali menemukan di ruang dosa ada kebaikan dan kebenaran, begitu juga di ruang pahala ada juga kejahatan dan keburukan, dan sampailah kita dalam suatu keadaan dimana orang benar bermusuhan dengan orang benar orang mempertahankan kebenarannya berbenturan dengan orang yang mempertahankan kebenarannya, orang ini biasa kelompok dan individu. 
Dikalangan pemuda merah, jalur gaza, bawak menare yaitu sebuah perkumpulan muda mayus yang berpangkal di area central sebuah Dusun yang bernama Dusun Ar Rusaku, mereka Muda mayus itu pada akhir Tahun 2015 telah memviralkan sebuah tempat yang bernama “Bawa Manggis” sebuah tempat yang asyik dan menyenangkan bagi orang orang yang sudah hafal lagu yang berjudul ‘dosa kau anggap madu’ naaah judul laguk dan tempat inilah yang menqiyas dan menganalogikan seperti mara obgkat si beruk (bahasa sasak) bahwa didalam Masjid, Gereja dan Pure (kebaikan pahala) ada kesalahan dan dosa. 
Dibawa manggis daerah bukit tinggi, tempat populasi kicawan  burung kecial kuning bersiul nada dan irama tinggi dan rendah sembari menyambut orang-orang yang dating siltarurrahim, dan tak lupa pawang burung mempersilahkan duduk untuk meneguk satu dua botol tuak sehingga membuat orang orang seperti kecial kuning yang berkicau nan bersiul, sehingga tidak jarang  membuat suasana disana menjadi ramah dan tamah penuh komunikasi yang baik terkadang kacau tergantung niat dan motiv orang yang berkunjung kebawa manggis. 
  Lokasi bawa Peternakan Al Mayusi (Renkarnasi Bawa Manggis) 

Beragam kisah telah diceritakan seperti seorang pelacur masuk syurga gara gara hanya sekedar menyelamatkan seekor anjing dari kelaparan, padahal sudah menjadi pengetahuan umum bahwa dosa melacur itu sangat besar dan dilaknat, terkait dengan kisah ini, dalam suatu riwayat bahwa pelacur itu masuk syurga bukan karana sekedar memberi anjing itu makan karana kalo hanya memberi makan semua orang dapat melakukannya, melainkan pelacur tersebut memberi makan anjing itu karna benar benar tulus tidak ada motiv tertentu.

 
Jadi sekiranya apapun yang dilakukan manusia tidak terlepas dari motiv pekerjaan yang dia lakukan, karna motiv dan tujuan itulah yang akan menimbulkan sebuah multi tafsir yang memaksa seseoerang untuk tidak asal menkelaim bahwa lilir adalah Bowos, bola dil sedangkan senggigi adalah Dugem ngancrit, dosa, syirik, sesat dan segala macamnanya karna yang terpenting adalah bagiamana seseorang itu membaca dan sejauh mana dia membaca persoalan dan dinamika hidup ini.
Dan kayaknya kita harus berhenti mencari apalagi kemudian menuding membenci dan ingin memusnahkan siapa yang salah, karna bagi kita menuduh siapa yang salah bagi mereka kita yang salah. Waktunya kita mulai belajar mencari apa yang salah dana apa yang benar bukan siapa yang salah siapa yang benar, mencari apanya bukan siapanya.
kita mempersoalkan nilai bukan mempersoalkan manusia kalo sesama manusia sesame ebangsa kita wajib menerima semuanya, namun kalo kita mempertengkarkan siapa yang salah siapa yang benar  nanti akhirnya yamg terjadi bukan pembuktian mengenai kebenaran, namun kalah menang secara kekuatan karna tataran kalah menang itu paling rendah dalam umat manusia.
 Semua mungkin telah sepakat bahwa semua yang dipikirkan,dilakukan baik yang menimpa umat manusia pasti ada hikmahnya artinya final dari sebuah proses perjalan yang syarat akan multi tafsir karana dengan menafsir sebuah kejadian akan menuntun kita menemukan hikmah tergantung bagiaman cara seseorang melihat dan memandangnya seperti ning dengan sesela “Loin  gedang Loin Santen_Loin Dengan Loin Entan” 


    Peternakan Al mayusi Al jap japani