berbagi cinta dengan penuh candaan dan lawakan adalah salah satu cara untuk menstandarkan diri dengan teman dan saudara sekitar lingkungan hidup kita

On November 22, 2018 by Kojerisme in    No comments

Oleh
Gubernur Al Mayusi

Malam kamis 07 November 2018 saya bersam kawan kawan, dosen dosen dan rektor Majlis Al-Mayusi, serta sebagian besar Remaja Remaji Dusun Keborusak Menghadiri rafat persiapan Lomba dalam rangka menyambut Maulid Nabi besar Muhammad SAW 1441 di Masjid Al-Halimy yang diadakan oleh PHBI (Panitia Hari Besar Islam) Remaja Masjid Al-Halimy. kegiatan rafat dan perlombaan dalam rangka peringatan kelahiran Rasulullah SAW di Masjid Jamiq Al-Halimy  merupakan kegiatan yang rutin di laksanakan setiap Tahunnya oleh setiap pengurus remaja masjid dari tahun ke tahun.
Rafat kali ini banyak dihadiri oleh kawan kawan remaja yang sudah sering menjadi panitia dalam acara hari-hari besar Islam di tahun tahun sebelumnya dan sedikit sekali remja remaji U18 yang ikut  hadir, mungkin belum melek Musyawarah kali ya ?. Ketua PHBI Rahmat Hidayat RT 09 langsung membuka acara rafat sekaligus menjadi moderator atau pemimpin jalannya musyawarah kali ini, setelah membuka acara dengan shalawat dan pembacaan “Al-Basmalah” beliau langsung membahas pembahasan yang pertama dengan melontarkan satu pertanyaan  untuk menyambut dan merayakan Maulid apakah kita akan mengadakan lomba atau tidak..? setau saya, pertanyaan ini muncul karna melihat dan mempertimbangkan waktu dan tempat, karena mungkin waktu yang sangat dekat dengan hari H atau karena melihat Masjid yang belum punya lokasi yang pas untuk dijadikan tempat perlombaan.
    ketua PHBI (paling depan kiri) rafat 

Pertanyaan yang di lontarkan oleh ketua PHBI kepada musyawirin tersebut membuat sedikit hening, hampir 15 detik peserta rafat belum juga ada yang mengngkat telunjuknya melainkan hanya saling tanja (persilahkan) untuk memberikan jawaban dan pendapatnya beserta argumentasinya, walapun sebenarnya banyak yang ingin memberikan ide dan gagasannya. Selang beberapa detik, Ust Sobri (Pendiri Sanggar Dusun Kebun Indah) mulai melirik lirik untuk memastikan bahwa memang belum ada yang mau menunjukan telunjuk dan belaiu langsung mengatakan “mae oku coba mae” Ust Sobri kemudian mulai memberikan wejangan dan ide ide tentang inovasi baru dalam mengadakan Lomba seperti beliau memberikan pandangan tentang subtansi dan esensi dari sebuah perlombaan bahwa sejatinya lomba-lomba yang diadakan mesti bersifat konkrit, yang bisa mengasah seni dan kreativitas dan mengandung manfaat di dalam masyarakat seperti, lomba membersihkan lingkungan, lomba bersedekah, lomba majlis taklim, untuk mendukung pendapatnya beliau menyebutkan bhawa TGH. Munajib khalid juga dulu menawarkan kepada PHB untuk mengadakan lomba teater atau derama, menurut Ust. Sobri himbawan mamik tersebut semata mata untuk memberikan ruang bagi remaja untuk berekspresi serta selalu melakukan pembahruan dan tidak monoton dan konservatif.
Setelah panjang lebar menyampaikan mendapatnya, kemudian disambung lagi dengan pendapat Pereman Ijtihad (sang pendobrak peradaban kelam) beliau berpendapat bahwa sejatinya lomba tidak mesti diadakan mengingat waktu yang sedikit dan kesiapan untuk kurang bersemangat dan jarang yang mau mengerjakannya, lalau apa yang ditawarkan Ahmad Ijtihad kali ini, beliau menawarkan sebuah gagasan tenatang penyambutan Maulid Nabi yaitu denga  satu hari sebelum acara maulid kita akan mengadakan shalalawat bersama, tausiah serta shalat tasbih berjamaah karena ujud rasa cinta kita kepada nabi Nabi dengan bersolawat kepadanya.
Setelah itu tidak ada yang mau memberikan tanggapan ataupun pertanyaan selain usts Ijtihad dan Ust Sobri, Usts sobri kemudian memberikan setimulus kepada masyawirin untuk berpendapat belaiu berkata “kalo memang tidak ada yang berpendapat dan berbicara buat apa kita adakan musyawarah..? kalo begitu ayo dah kita pulang..” mendengar itu saya langsung berpendapat padahal sebenarnya saya siih sering setuju setuju aja tuuhh kalau mendengar ide dan gagasan usts Sobri dan Ijtihad karena menurut saya tidak ada yang lebih benar dan lebih baik selain mereka berdua. Saya pun maulai molantarkan kalimat dan komunikasi publik yang ancur ancuran namun berisi tentang kesetujuan saya untuk mengadakan lomba saya katakan di musyawarah tersebut bahwa lomba  yang diadakan setiap thaunnnya ketiaka datang bulan maulid adalah pemberitahuan kepada masyarakat bahwa maulid sebentar lagi akan datang dan tentunya lomba wajib di adakan salah satunya dengan melibatkan usnusr pessntren untuk menjadi ruang para santri melatih mental dalam berkompetisi, santri dalam arti seluruh masyarakat remaja dan pemuda serta adik adik yang terdaftar di yayasan pendidikan Al-Halimy Sesele dan tidak lupa juga yayasan pendidika  Banu Sanusi.
Dari beberpa mendapat tersebut PHBI menguatkan bawha kita akan adakan lomba namun tetap kita akan adakan usulan Ahmad Ijtihad yaitu shalwat dan shalat tasbih berjamaah sehari seblum hari H. Disini yang belum disepakati adalah tentang lomba apa yang akan diadakan.. secara tiba tiba dan secepat kilas usts. Sobri langsung menyambar komunikasi usts Rahmat PHBI dan mengatakan dengan tegas dan kaya akan kosakata bahwa katanya kita akan mengadakan lomba yaitu lomba baca kitab dengan model majlis taklim artinya lomba ini bukan semta mata kompetisi melainkan sebuah panggung untuk teman-teman santri berekpresi dengan ilmu yang telah didapatkan dipondok menurut usts Sobri  lomba ini tidak ada juara 1 ataupun juara 2 dan 3 ini supaya tidak menimbulkan tendensi diantara lembaga pesantren yang tersebar di dusun kebuin indah ini.
Waktu berjalan dan tak terasa sudah pukul 23:00 Wita belum ada garis besar yang diperoleh dari musyawarah kali ini, dan dirasa waktu sudah larut malam, langsung saja Ustazah Minhablil Warid mengambil posisi sebagi pembaca kesimpulan melangkahi moderator, namun sayang hasil kesimpulannya dibantah oleh seorang ust juga yaitu H. Halim Zakili beliau melihat dan mendengar kesimpulan tersebut dan merasa masyakat tidak diikut sertakan dalam kegiatan ini belaiu mengatakan bahwa ini bukanlah panggung santri jadi jangan sepesialisasikan santri doang, mari libatkan masyarkat. Dan akhirnya hasil musyawarah belum bisa disimpulkan malah di libas dengan waktu yang hampr tengah malam.
Adapun hasil rafat yang bisa disimpulkan walaupun dalam keadaan yang masih ribut yang penting dibacakan adalah :
1.  Lomba majlis taklim dan khadroh (panggung pengajian dan khadroh) sepesantren Sesela Kebun Indah di masjid Jamiq Al-Halimy waktu belum ditentukan.
2.  Shalawatan bersama TGH. Munajib Khalid dirangkain dengan shalat Tasbih Secara bejamaah dan Tausiah keutamaan shalawat (asroru shalawat) dua hari sebelum acara inti dimasjid Al-Halimy Sesela.
sekian rapat kali ini..


    fhoto bareng Al-Mayusi, PHBI, Remaja Keborusak



On November 05, 2018 by Kojerisme in    2 comments


Sebagai masyakat Sesela yang berkemajuan di bidang pendidikan, berkemajuan dalam bidang seni sosial budaya. sebagai salah satu desa yang banyak menyimpan misteri yaitu dengan adanya air sumur yang meluap yang berada di dalam areal Masjid Jami' Sesela. hal ini menurut kepercayuaan masyarakat adalah tanda adanya kejadian besar yang akan menimpa bangsa. desa yang memiliki 11 dusun yang juga terkenal sebagai salah satu sentra usaha kerajinan ukir ukiran di kabupaten Lombok barat. Desa yang berdiri sejak tahun 1866 ini, memiliki segudang potensi dan segudang SDM yang terdiri dari banyak sektor, seperti sektor pendidikan islam klasik, sektor budaya dan pariwisata sector pertanian dan perkebunan dan banyak lagi sektor sektor yang berpotensial untuk di kembangkan sebagai salah satu sumber pendapatan asli Daerah.
Salah satu upaya untuk mewjudkan semua itu, masyarakat Seselsa perlu bersatu menyatukan tekad dan persespsi dengan satu kalimat “Sesela yang berkemajuan, berintegeritas agamis dan berbudaya.” Adanya pemerintahan desa  dirasa belum cukup untuk menjadikan nama sesela terbang mengudara di kancah provinsi bahkan nasional, namun lebih dari itu untuk mengelola potensi dan SDM yang besar ini. perlu di suarakan. dari itu kita butuh menghadirkan seorang tokoh yang punya loyalitas tinggi, integeritas kepada orang lain, yang percaya terhadap kemampuan orang lain, mendengar apa yang di samapaikan masyarakat, kemampuan memahami kebutuhan masyarakat remaja dan pemuda, bisa mennjadi navigator orang lain dan tentunya mampu memproduksi orang-orang berpengaruh.
Sudah puluhan tahun kita berada dibawah, sekian tahun menjadi penonton. Memang, kita sudah dari dulu di doktrin untuk selalu bangga menjadi orang atau masyarakat Sesela. dan hari ini saatnya, kita membagi kebanggaan itu menjadi kebanggan masyarakat banyak, sehingga kita bisa menunjukan kepada orang banyak, bahwa apapun yang dicari di Sesela ada, mulai dari Ilmu Agama lewat pesantrennya, keseniannya, situs bersejarahnya, budaya dan adat istiadatnya dan bahkan penduduknya yang unik dan multitalent, dan masih banyak lagi hal hal unik dan istimewa lainnya yang bisa ditemukan di desa sesela.
Sekian ide, gagasan dan inisiatif cemerlang dari kawan kawan pelajar, pemuda dan mahasiswa dalam keikutsertaannya membangun desa belum bisa terealisasikan dan terintegeritas dengan baik, karna itulah. kita saat ini. sebgai masyarakat, remaja, pemuda, pelajar dan mahasiswa butuh seorang tokoh yang bisa menjadi corong dan penyambung suara kita ke atas. tokoh yang tidak hanya mampu menampung aspirasi, namun bisa meujudkan aspirasi masyarakat, dan sebgai masyarakat sesela kita butuh seorang tokoh yang paham tentang apa yang menjadi kebutuhan masyarakat banyak, bukan kebutuhan segelintir orang atau kelompok dan partainya.
Di sesela tercinta khususnya dalam setiap momen kontestasi politik atau tahun politik telah benyak penomena sejarah kelam yang perlu untuk di ingat namun wajib untuk dijadikan pelajaran. Tercatat di tahun lalaui, tahun 2014, di Sesela Calon untuk DPRD kabupaten Lobar sekitar 5 calon dari partai yang berbeda, sedengkan caleg provinsi, sekitar 4 orang dari partai yang berbeda pula. Dari sekian banyaknya calon saat itu secara tidak sadar dan secra politik kita sudah jauh dari kata “Menang” dekat dengan kata “kalah”, dan kekalahan itu, bukanlah kekalahan dari masing masing celeg tersebut, melainkan adalah kekalahan kita, kekalahan desa kita tercinta
Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 akan digelar serentak pada 17 April 2019. Rangkaian tahapan sudah dilakukan sejak tahun ini, tepatnya pada tahun lalu Oktober 2017. Sebagi masyarakat dan pemuda sesela, tentunya mulai dari sekarang kita harus bisa membaca dan berpikir secara cerdas demi kemajuan desa dan kemajuan kita bersama sehingga kita bisa berdaulat secara ekonomi berdaulat secara sosial dan budaya dan berdaulat secara spiritual. Utuk meujudkan hal itu mari tebarkana kebaikan, shering ide dan gagasan yang membangun bukan menjatuhkan, bicarakan kemajuan bukan kemunduran, buang egosentris junjung tinggi kebersamaan.
Tokoh yang di butuhkan oleh masyarakat saat ini, adalah tokoh yang sudah terbukti memberikan dedikasinya secara total dan tanpa pandang bulu untuk masyarakat. Ada banyak sekali orang yang berdedikasi tinggi dalam berbagai bidang yang dapat kita jadikan acuan dan panutan. Salah satunya adalah H. Faidullah, seorang tokoh pemuda yang selalu aktif di barisan terdepan dalam setiap kegiatan, baik kegiatan yang bersifat kepemudaan dan olahraga, kegiatan pembangunan Desa, terlibat aktif dalam mencerdaskan anak anak bangsa lewat dunia pendidikan pesantren didesanya, beliau jujga memiliki kecakapan berkominikasi dengan seluruh elemen masyarakat yang bisa kita harapkan mampu menyuarakan hak hak kita didunia pemerintahan. dan masih banyak lagi ide dan gagasan besar beliau yang di pakai dalam setiap ivent ivent besar, seperti “Sesela Mengaji”. Sesela mengaji ini merupakan pra acara Haul Alm. TGH. Abdul Halim yang ke-48 perintis sekaligus pendiri pondok pesantren Al-Halimy Sesela. Sesela mengaji di 14 titik di setiap masjid dan mushola Desa Sesela sejak pukul 08.00 hingga pukul 17.00 seakan membingkis indah tradisi desa yang sangat kental dengan aktifitas santri, seakan maulid dan isra mi'raj juga sedang terselenggara pada satu waktu dan demikian hidupnya desa sesela tahun itu.
Sosok H. Faidullah adalah sosok yang bisa kita harapkan membawa perunbahan progresif dengan kemampunya menguasai bahsa asing inggris dan bahsa Arab untuk  mampu berdiplomasi dengan tokoh tokoh besar nasional dan internasional dan dengan kemampuan dan wawasan yang luas beliau mampu memperkenalkan keunikan Desa Sesela sebagai Desa seribu Pesantren dan Desa berkesenian. Untuk meujudkan semau itu mari kita sama sama rapatkan barisan bersatu dalam bejerja sama mendukung H. Faidullah di panggung kontestasi 2019 nanti demi kemajuan Desa tercinta pada khusunya kabupaten Lombok barat pada umumnya.

    H. Faidullah (depan) H. Abu Bakar (belakang).