berbagi cinta dengan penuh candaan dan lawakan adalah salah satu cara untuk menstandarkan diri dengan teman dan saudara sekitar lingkungan hidup kita

On November 04, 2019 by Kojerisme in    1 comment


Beberapa saat sebelum putus dari pacarnya, Sisila pernah berpesan pada dirinya, bahwa ia  tidak akan bisa melupakan kenang-kenagan indah masa pacaran dengan sang mantan. Seakan Gunug, pegunungan, bukit dan pasir pantai serta hamok menjadi saksi bisu kemesraan dan kenangan indah yang telah mereka lalui. Si mantan adalah seoarang pemuda pencita alam, fhoto grafer handal dan jago bikin caption puisi di story WA. Ia bertemu di sebuah acara camp remaja, di kawasan wisata pantai sengigi. disitulah mengapa mereka bisa saling membalas senyum dan canda, saling tukar kontak WA dan berbagi pengalaman tentang dunia perbukitan dan pegunungan.


“diamku terhadapmu di keramaian, adalah untuk menjaga kehormatanmu dan kehormatanku, bukan cuek kepadamu” kata sang mantan ketika masih berpacaran dengan gadis bohay bernama Sisila.

“maafkan aku ! jika kata dan tingkahku tak beriringan dengan keinginanmu, sayang” kata Sisila membela karakternya yang selalu elastis di depan kawan-kawan cowoknya.

Sang mantan tersenyum, tatapannya kosong dan berkata “Aok wah,”

Semenjak kata “Aok Wah” itu, Hampir satu bulan lebih sikap sang mantan acuh tak acuh kepada si Sisila, video caal Via Whattsap, via Massangger Si Sila tidak peernah di respon oleh si mantan, sesekali di respon, tapi itupun si mantan tidak mood untuk mengobrol.

Panasnya hubungan percintaan mereka, puncaknya ketika sang mantan bersama kawan-kawannya Si Basruk, gantang dan Gucul berencana akan menaklukan Gunung Merbabu Yogyakarta. Mereka berempat punya ambisi tinggi untuk menaklukan gunung berapi di seluruh penjuru Nusantara. Legundi adalah kapal yang mereka tumpangi dari Pelabuhan Lembar lombok samapi di Pelabuhan Carik Kota kosmopolitan Surabaya. Dari Surabaya mereka naik Bis dengan menempuh perjalanan selama 9 jam menuju kampong Benner tempat kost kawan mereka yang kuliah keperwatan di Notokusumo DIY.

Sepulang dari Gunung Merbabu, sang mantan rupanya tengah berhasil membumbui seorang perempuan pendaki asal Solo bernama Geastina, perempuan bermata empat, bibirnya buah cerry asal yordania, hidungnya mengecup arah bawah kedua matanya. Sungguh rezeki nompok bagi si mantan yang berwajah lecekan kertas, berambut gondong tak terurus, boro boro ngurusin rambut, mandi aja tiga kali sebulan.

Sebenarnya si Basruk juga mempunyai keinginan untuk mendekati si perempuan Solo itu. Namun sayang, rayuan spektakulernya hanya akan keluar jika jack Daniel, Wiski, wine dan tuak  merasuki kerongkongan dan syarafnya. Begitulah si Basruk, ia lihai bermain rayu, piawai dalam mencari kesempatan untuk mendekati seorang gadis, yaaa ia juga sedikit ganteng, sedikiiiiiiiiiiiit.

Kostnya Gumbrong adalah tempat mereka beristirahat setelah turun dari Merbabu. Disinilah sang mantan menghabiskan waktu untuk PDKT dengan si Geastina lewat telpon via whattsap, si mantan hampir menghabiskan kuota internet temen-temennya, hostpotan.  Si mantan mengeluarkan seluruh kemampuan komunikasinya untuk memerangkap hati dan perasaan  gadis cendra mata dari gunung Merbabau itu. Entah apa yang ada dipikiran Geastina sehingga ia mau menerima sang mantan. kata si Gantang kaka kandung Sang Mantan, ia bercerita bahwa sang mantan berada dalam satu tenda ketika di puncak Gnung Merbabu. Tak heran jika kedekatanya bisa sejauh Lombok dengan kota Solo.

Si Basruk dan Gantang pulang lebih dahulu daripada si mantan dan Gucrul. Dengan kiriman 200 Ribu dari Orang tuanya Si Basruk bersiap-siap pulang.

“aku sudah seperti monyet manusia purba disini” kata si Basruk di depan cermin sambil memegagng elus jenggot bereoknya. Se isin kost yang mendengar perkataan si Basruk menahan tawa, menyembunyikanya dan mencari ruang kosong untuk tertwa,

“hhahahaah basong kanak tie” kata salah satu penghuni kost dari Lombok selatan.
“kok, ia panggil dirinya monyet anak itu, buhahahaha” kata temenya satu kost lagi.

Si Basruk memamng memliki perut buncit, jenggotan dan berambut gondrong serta perokok handal. Mereka berdua pamit, mengucapkan terima kasi basi basi kepada si Gumbrong karena telah memberikan si Basruk dan teman-temanya tumpangan geratis.

hanya dalam satu minggu, Hiruk pikik kota Yogyakarta telah mereka rasakan. Sang Mantanpun pulang ke Lombok bersama Gucrul setelah satu minggu kepulangan si Basruk. Sesekali seorang sahabat bertanya kepada si mantan.

“bagaimana kabarmu dengan si Sisila ?”
“tanya dia saja !?”
“kamu kan pacarnya, sering bersama dan bemesraan dalam satu ekpedisi”
“pokonya tanya dia saja !” kata sang mantan dengan nada sedikit tinggi.

Hubungan sang Mantan dengan si Sisila mulai jauh. Keheranan si Sisila mulai tumbuh, ketakutan kehilangan sang mantan tersa menghantuinya. Menangis, mengeluh setiap ingat sang mantan. Seakan mereka tidak saling mengerti apa yang terjadi.

Sedangkan sang mantan pelan-pelan menguliti si Geastina. Mempererat hubungan LDR nya. Hingga samapilah kabar hubungan dan  kedektan sang mantan bersama Geastina ke Sisila.
Jiwanya tersaruk saruk, suara tangisannya hampir tidak berbunyi dan ia tidak mengeluarkan kata, hanya air mata, membuat matanya sedikit bengkak.hahahaha.

Kabar polemik tentang rasa ini, menyebar ke kawan-kawan sang mantan dan sahabat dekat Sisisla. Seperti gossip murahan, beberpa kawan-kawan terlibat aktif dalam membicarakan hubungan sang mantan dengan Sisila.

Saling menggantung adalah setatus yang tepat untuk menamakan setatus mereka. Hingga samapai pada saatu waktu ketika Sisila dan teman-temanya Siti dan Rabi'ah ingin ngecamp untuk menghilangkan jenuh duni kerja. Mereka mengajak Si Basruk untuk memimpin perkemahan di pantai Mukso sebelah barat Desa Bujur Sangkar

Malam harinya setelah pulang kerja Sisila bersama kawan-kawanya berkemas, siap menuju kongok untuk menghabiskan malam bersama menikmati bintang dan barisan para nelayan yang terlihat seperti perkampungan di tengah laut.

Tak lupa si Basruk membeli minuman penghangat untuk menghangatkan tubuh bersama beberapa personil geruf Aro Jambah. Di sana mereka melingkar sesekali bergiliran meneguk air kehangatan di iringi musik dari Salon blotuoth milik si Udin. Mereka tertawa berbahagia, sesekali mereka bernyanyi bersama.

Si Basruk ternyata tengah mengetahui tujuan Sisila mau ngecamp, yaitu suapaya bisa mengajak si mantan ikut bergabung dalam satu malam bersama di pantai Mukso. Namun saat itu sang mantan memilih untuk menyibukan diri dirumah, ekspektasi Sisila pupus dan terpaksa ikut berbaur bernyanyi lagu-lagu cinta yang menurtnya, lirik lagunya menyindir tentang kisah cintanya bersam sang manatan.

Tak lupa si Basruk memutar lagu-lagu tentang putus cinta, niatnya agar si Sisila terbawa oleh nyanyian itu. Alhasil Sisila mulai menentesakan air mata tak tahan gejolak rasa yang di timbulkan dari lagu-lagu sakti yang diputrar oleh Si Basruk dan si Gantang.

Sisala mulai mencari sandaran. Tidak ada bahu laki-laki tempat ia bersandar menahan sakitnya hatinya pada saat itu. Sisilapun akhirnya berlari sekencang-kencangnya. Duduk di pinggir panatai menagis. Beberpa dari mereka yang perempuan mengahampirinya. Namun hanaya satau cowok yang ia anggap bisa menenangkannya pada saat itu.

“Loni panggilin Aku bang Basruk” seru Sisila sambil menangis seakan mau teriak.
“bang Basruk di panggil sana sama Sisila” Loni memanggil dengan sedikt nafas tidak beraturan.

Basruk menghampiri Sisila dan bertnya.

“kamu kenapa ?”
“aku tidak tahan bang !” kata Sisila sambil mendengus hidung dan pipinya yang basah oleh air matanya.
“nangis aja dulu sekencang kencangnya.” basruk memberikan suntikan psikologis.
Setela bebrapa saat menagis. Sisila mulai bercerita.
“aku tidak bisa melupakannya bang.”
“denger ya..! kamu ini cantik, banyak cwok yang ingin memilikimu, laki-laki bukan hanaya dia saja, kamu bisa mendapatkan yang jauh lebih baik dari dia.” Memberi motivasi semangat untuk bangkit.
“diriku terjerat cintaku, dan aku tak ingin lepas, larutkan aku dalam nyata.”
Sisila nyaris menceritakan kekuatan cintanya. Si Basruk menonjok ringan kepala Sisila, sambil mengatakan “kamu bodoh, mau saja jatuh cinta kepada laki-laki yang tidak mencintaimu.”

Si Basruk mulai merangkul Sisila, mengarahkan kepala Sisila agar bersandar kebahunya. Hampir tiga jam mereka bebicra bertukar pengalaman cinta mereka. Kawan-kawan yang lain meresa bingung.

“apa yang mereka obrolkan dan lakukan hingga tiga jam lamanya” kata salah satu personil aro jambah sedikit tertawa.
‘Mungkin si basruk tengah megeluarkan jurus spektakulernya. Kerena beberapa tegukan minuman penghangat sudah menguasi dirinya.” Celtut salah satu kawan berinisial H.

Detik-detik waktu subuh menyudahi obrolan mereka. Rokok si Basruk juga sudah habis, Menandakan ia tidak bisa lagi merangkai kata-kata indah dan motivasi percintaan. Teman-yang lain terbaring berceceran di pasir pantai, beberapa di dalam tenda menikmati gelora asmara desahan indah.

Pukul 07:00 wita mereka bergegas membereskan sisa-sisa malam mereka. Membagi diri menuju rumah masing-masing. Tak di Sangka Si Basruk telah mendapatkan reward luar bisa hanya dalam satu malam. Sisila tengah terguyur guyonan Si Basruk. Dan kini Sisila mulai tidak memberi perhatian terhadap sang mantan. Lebih memilih menyamankan diri dengan Si Basruk bereok.

Basruk menembak Sisila ditengah-tengah majlis mereah muda lewat Hanphone gegamnya. Dan kini ia berpacaran. Bercumbu dan saling memberi perhatian lebih.

Kita nantikan kisah mereka, apakah ini hanya derama atau sebuah serangan yang mereka buat untuk musu-musuh perasaannya.hahahaha bingkahan









1 komentar: