On Juli 07, 2020 by Kojerisme in Cerpen-Cerpenan No comments
Kemarin malam. Tepatnya malam minggu, Setelah pulang dari Gyem lok Oyok menyumpahi para cecunguk-cecunguk yang tengah asyik MABAR Mobile Legend di warung Okok milik Bapak Ajeng. Malam itu, Oyok sangat berhasrat memukul orang dan membutuhkan perkelahian dengan apapun dan siapapun, matanya merah seperti banteng partai PDIP, Giginya menggeram tampak seperti kerasukan jin Papuk Koden, menyumpa' dan meludahi setiap mengendara yang lewat. seakan jalan itu miliknya sendiri. Cuuuiih.
"Bajingan ! Moju lapuk bi pade Mae, Ubbek!" ungkapnya dengan intonasi beringas sambil tubuhnya bergoyang-goyang seakan terjatuh, telunjuknya mengarah kepada setiap bocah yang nongkrong di Teras warung Okok Itu. (ngajakin duel 👊) . Oyok mengindang di tengah jalan. berlagak seperti pereman kelas tinggi.
___
Warga kampung Indah 🌺 yang dekat dengan jalan dan rumah bapak Ajeng takut-takut berani untuk menyaksikan keributan yang di tampilkan oleh Si Oyok. Warga kerap tak mau berurusan dengan begundal satu ini. Buang-buang waktu kata mereka. Memilih bersedekap dan menonton keributan layaknya film Serigala Terakhir.
Para cecunguk dan bocil-bocil mulai merasa jengkel, namun banyak dari mereka tengah menyadari kondisi si Oyok dalam keadaan setengah sadar, di rasuki jin keparat dari Gyem. Satu dari mereka mulai menghubungi orang yang bisa menahannya, Ustaz Kedol. Beliau salah satu tokoh heroik di kampung Indah, ia mampu mengganyang dan mengusir para generasi-generasi kiri yang hendak bikin keresahan.
Ustaz Kedol sebenarnya sudah putus asa melihat kelakuan si Oyok, hanya akan berseru dan menjewer Si Oyok "Astagfirullah bisakah sekali waktu kalau km pulang dari Gyem jangan bikin keributan di kampung ini DAN BERHENTILAH MENJADI MAHKLUK SIA-SIA ?"
"TUHAN BILANG, TAK ADA YANG SIA-SIA DI DUNIA" kata Si Oyok.
"jangan sok tahu. Kau tak tahu apa-apa tentang apa yang dikatakan Tuhan."
"siapa sih yang tak lebih benar dari side Ustaz Kedol. Bukankah side telah mengaku sebagai perwakilan Tuhan di kampung ini." kata Si Oyok sebelum tersungkur ke Got selokan oleh tendangan Ustaz Kedol yang mengenai bokongnya.
___
Si Oyok sebenarnya merasa mampu berduel dengan Ustaz Kedol tanpa terkalahkan, tapi dia merasa enggan berantem dengan Sosok Guru, lebih-lebih Ustaz Kedol pernah mengajarinya menghafal Rukun Islam dan Rukun Iman di langgar bawah pohon pisang.
_____
Langganan:
Postingan (Atom)
Search
About
Popular Posts
-
Banyak yang suka pamer kebodohan dengan pakaiaan kepintaran, orang banyak mengeluhkan dampak negatif smartphone, internet dan media so...
-
Kemarin malam. Tepatnya malam minggu, Setelah pulang dari Gyem lok Oyok menyumpahi para cecunguk-cecunguk yang tengah asyik MABAR Mobile Le...
-
Sekolah lapang agrobisnis kedelai adalah sebuah program yang di galakan oleh pemerintah Kabupaten Lombok Barat dengan pemerintah Desa Sese...
Blogroll
Categories
Blog Archive
semeton jori senamian. Diberdayakan oleh Blogger.
Bersengg Agama
Bilamana Senjakala Tiba, Doa-Doa kami saling bicara, hingga petang menjelang, Seperti suara Air mengalir💧 dan kiacawan burung🐦Kacer, Mel...


