berbagi cinta dengan penuh candaan dan lawakan adalah salah satu cara untuk menstandarkan diri dengan teman dan saudara sekitar lingkungan hidup kita

On April 25, 2018 by Kojerisme in    No comments


Beliau yang sedang digadai kehormatannya, ditinggalkan kebajikannya di acuh tak acuhkan suara dan himbawaannya, hanya dikarenaklan oleh suatu momentum yang memaksa untuk memilih keberpihakan yang tidak mengikat, dan seakan akan orang lingkungan sekitar telah melupakan kontribusinya, melupakan pengabdiannya untuk masyrakat, dan melupakan jasanya bagi  kaum pelajar santri, memang tidak ada paksaan untuk kaum santri maupun pelajar dan alumni untuk selalu ikut jalanya, patuh perintahnya dan mendengar arahannya selama itu baik dan manfaat untuk masyarakat. namun, harus mafhum oleh alumni dan santri apa isi wejangan beliau.

Beliau yang selalu dinanti petuah dan ajiannya, fans para ibu ibu dan bapak bpak pengajian, fans para ibu ibu pasar dan bapak lembar, rujukan para santri sekaligus beliau adalah kehormatan para pemuda yang selalu di lindungi nama baiknya di setiap tindakan dan aktivitasnya yang dimana pada momen ini beliau sedang berjuang unntuk membalas kebaikan dari kebaikan orang lain dan kebaikan masyarakat, di saat bersamaan beliau juga sedang menjalankan perkataan Umar bin Al khatab yang mengatakan “tawadhulah kalian terhadap orang yang mengajari kalian”.

Momentum inilah yang membawa lingkungan sekitar untuk di hampiri oleh Sumbangan silih baerganti mengkele dimana mana rokok kupi begelanyat, silaturrahmi keluarga musiman, bahkan sampai sumbangan untuk masjid dan sarana prasana, hanya dalam satu momentum membuat kadar ketaatan dan kepatuhan masyrakat dan alumni kepada beliau berkurang lantaran beliau bukan dari bagian sang donatur majlis kupi rokok dan mengkele.

Menurut penguasa alam raya keberpihakan dalam berpolitik itu memang sangat penting untuk dipublikasikan, mengingat siapa yang mesti di gauli siapa yang mesti di kasih motoking supaya arah dan tujuannya pas sesuai dengan target. Tapi, alangkah beruntung semeton semton yang diam diam saja dan apatis terhadap pemilukada ini mereka bisa kesana kemari berpindah dari majlis rokok yang satu kemajlis rokok yang lain.

Momentum ini membuat Warna warni lingkungan sekitar semakin kasatmata berani bicara walau tak punya kepentingan, yang satu merasa enggan yang lain merasa penting, walau tempatnya di lingkungan skitar. Namun, momentum ini  bisa  sedikit mendeteksi kawan dan lawan bagi yang bersangkutan dan yang menilainya seperti itu.



    Senja ( pantai Tebing Rempek KLU)
On April 05, 2018 by Kojerisme in    2 comments


Banyak persoalan dan masalah hidup yang di cegah atau dihindari dengan selalu melakukan penyimpangan, yakni penyimpangan yang tidak merugikan orang lain dan hanya merugikan diri sendiri. seperti kegiatan yang lakukan di bawa manggis, tapi banyak juga persoalan dan masalah hidup yang dihindari, dicegah dengan melakukan kebaikan individualistik seperti shalat berjamaah di masjid yang dimana kedua perlakuan ini bisa di lakukan oleh semua orang sesuai dengan kecenderungannya, artinya secara manusiawi manusia tidak dibatasi dalam melakukan sesuatu yang tidak merugikan orang lain secara fisik. 
saat ini adalah zaman now, yakni dimana manusia berada dalam suatu sejarah yaitu antara baik dan buruk pahala dan dosa seakan tidak punya pembatas atau scat, makanya tiadak heran kita sering kali menemukan di ruang dosa ada kebaikan dan kebenaran, begitu juga di ruang pahala ada juga kejahatan dan keburukan, dan sampailah kita dalam suatu keadaan dimana orang benar bermusuhan dengan orang benar orang mempertahankan kebenarannya berbenturan dengan orang yang mempertahankan kebenarannya, orang ini biasa kelompok dan individu. 
Dikalangan pemuda merah, jalur gaza, bawak menare yaitu sebuah perkumpulan muda mayus yang berpangkal di area central sebuah Dusun yang bernama Dusun Ar Rusaku, mereka Muda mayus itu pada akhir Tahun 2015 telah memviralkan sebuah tempat yang bernama “Bawa Manggis” sebuah tempat yang asyik dan menyenangkan bagi orang orang yang sudah hafal lagu yang berjudul ‘dosa kau anggap madu’ naaah judul laguk dan tempat inilah yang menqiyas dan menganalogikan seperti mara obgkat si beruk (bahasa sasak) bahwa didalam Masjid, Gereja dan Pure (kebaikan pahala) ada kesalahan dan dosa. 
Dibawa manggis daerah bukit tinggi, tempat populasi kicawan  burung kecial kuning bersiul nada dan irama tinggi dan rendah sembari menyambut orang-orang yang dating siltarurrahim, dan tak lupa pawang burung mempersilahkan duduk untuk meneguk satu dua botol tuak sehingga membuat orang orang seperti kecial kuning yang berkicau nan bersiul, sehingga tidak jarang  membuat suasana disana menjadi ramah dan tamah penuh komunikasi yang baik terkadang kacau tergantung niat dan motiv orang yang berkunjung kebawa manggis. 
  Lokasi bawa Peternakan Al Mayusi (Renkarnasi Bawa Manggis) 

Beragam kisah telah diceritakan seperti seorang pelacur masuk syurga gara gara hanya sekedar menyelamatkan seekor anjing dari kelaparan, padahal sudah menjadi pengetahuan umum bahwa dosa melacur itu sangat besar dan dilaknat, terkait dengan kisah ini, dalam suatu riwayat bahwa pelacur itu masuk syurga bukan karana sekedar memberi anjing itu makan karana kalo hanya memberi makan semua orang dapat melakukannya, melainkan pelacur tersebut memberi makan anjing itu karna benar benar tulus tidak ada motiv tertentu.

 
Jadi sekiranya apapun yang dilakukan manusia tidak terlepas dari motiv pekerjaan yang dia lakukan, karna motiv dan tujuan itulah yang akan menimbulkan sebuah multi tafsir yang memaksa seseoerang untuk tidak asal menkelaim bahwa lilir adalah Bowos, bola dil sedangkan senggigi adalah Dugem ngancrit, dosa, syirik, sesat dan segala macamnanya karna yang terpenting adalah bagiamana seseorang itu membaca dan sejauh mana dia membaca persoalan dan dinamika hidup ini.
Dan kayaknya kita harus berhenti mencari apalagi kemudian menuding membenci dan ingin memusnahkan siapa yang salah, karna bagi kita menuduh siapa yang salah bagi mereka kita yang salah. Waktunya kita mulai belajar mencari apa yang salah dana apa yang benar bukan siapa yang salah siapa yang benar, mencari apanya bukan siapanya.
kita mempersoalkan nilai bukan mempersoalkan manusia kalo sesama manusia sesame ebangsa kita wajib menerima semuanya, namun kalo kita mempertengkarkan siapa yang salah siapa yang benar  nanti akhirnya yamg terjadi bukan pembuktian mengenai kebenaran, namun kalah menang secara kekuatan karna tataran kalah menang itu paling rendah dalam umat manusia.
 Semua mungkin telah sepakat bahwa semua yang dipikirkan,dilakukan baik yang menimpa umat manusia pasti ada hikmahnya artinya final dari sebuah proses perjalan yang syarat akan multi tafsir karana dengan menafsir sebuah kejadian akan menuntun kita menemukan hikmah tergantung bagiaman cara seseorang melihat dan memandangnya seperti ning dengan sesela “Loin  gedang Loin Santen_Loin Dengan Loin Entan” 


    Peternakan Al mayusi Al jap japani