berbagi cinta dengan penuh candaan dan lawakan adalah salah satu cara untuk menstandarkan diri dengan teman dan saudara sekitar lingkungan hidup kita

On November 05, 2018 by Kojerisme in    2 comments


Sebagai masyakat Sesela yang berkemajuan di bidang pendidikan, berkemajuan dalam bidang seni sosial budaya. sebagai salah satu desa yang banyak menyimpan misteri yaitu dengan adanya air sumur yang meluap yang berada di dalam areal Masjid Jami' Sesela. hal ini menurut kepercayuaan masyarakat adalah tanda adanya kejadian besar yang akan menimpa bangsa. desa yang memiliki 11 dusun yang juga terkenal sebagai salah satu sentra usaha kerajinan ukir ukiran di kabupaten Lombok barat. Desa yang berdiri sejak tahun 1866 ini, memiliki segudang potensi dan segudang SDM yang terdiri dari banyak sektor, seperti sektor pendidikan islam klasik, sektor budaya dan pariwisata sector pertanian dan perkebunan dan banyak lagi sektor sektor yang berpotensial untuk di kembangkan sebagai salah satu sumber pendapatan asli Daerah.
Salah satu upaya untuk mewjudkan semua itu, masyarakat Seselsa perlu bersatu menyatukan tekad dan persespsi dengan satu kalimat “Sesela yang berkemajuan, berintegeritas agamis dan berbudaya.” Adanya pemerintahan desa  dirasa belum cukup untuk menjadikan nama sesela terbang mengudara di kancah provinsi bahkan nasional, namun lebih dari itu untuk mengelola potensi dan SDM yang besar ini. perlu di suarakan. dari itu kita butuh menghadirkan seorang tokoh yang punya loyalitas tinggi, integeritas kepada orang lain, yang percaya terhadap kemampuan orang lain, mendengar apa yang di samapaikan masyarakat, kemampuan memahami kebutuhan masyarakat remaja dan pemuda, bisa mennjadi navigator orang lain dan tentunya mampu memproduksi orang-orang berpengaruh.
Sudah puluhan tahun kita berada dibawah, sekian tahun menjadi penonton. Memang, kita sudah dari dulu di doktrin untuk selalu bangga menjadi orang atau masyarakat Sesela. dan hari ini saatnya, kita membagi kebanggaan itu menjadi kebanggan masyarakat banyak, sehingga kita bisa menunjukan kepada orang banyak, bahwa apapun yang dicari di Sesela ada, mulai dari Ilmu Agama lewat pesantrennya, keseniannya, situs bersejarahnya, budaya dan adat istiadatnya dan bahkan penduduknya yang unik dan multitalent, dan masih banyak lagi hal hal unik dan istimewa lainnya yang bisa ditemukan di desa sesela.
Sekian ide, gagasan dan inisiatif cemerlang dari kawan kawan pelajar, pemuda dan mahasiswa dalam keikutsertaannya membangun desa belum bisa terealisasikan dan terintegeritas dengan baik, karna itulah. kita saat ini. sebgai masyarakat, remaja, pemuda, pelajar dan mahasiswa butuh seorang tokoh yang bisa menjadi corong dan penyambung suara kita ke atas. tokoh yang tidak hanya mampu menampung aspirasi, namun bisa meujudkan aspirasi masyarakat, dan sebgai masyarakat sesela kita butuh seorang tokoh yang paham tentang apa yang menjadi kebutuhan masyarakat banyak, bukan kebutuhan segelintir orang atau kelompok dan partainya.
Di sesela tercinta khususnya dalam setiap momen kontestasi politik atau tahun politik telah benyak penomena sejarah kelam yang perlu untuk di ingat namun wajib untuk dijadikan pelajaran. Tercatat di tahun lalaui, tahun 2014, di Sesela Calon untuk DPRD kabupaten Lobar sekitar 5 calon dari partai yang berbeda, sedengkan caleg provinsi, sekitar 4 orang dari partai yang berbeda pula. Dari sekian banyaknya calon saat itu secara tidak sadar dan secra politik kita sudah jauh dari kata “Menang” dekat dengan kata “kalah”, dan kekalahan itu, bukanlah kekalahan dari masing masing celeg tersebut, melainkan adalah kekalahan kita, kekalahan desa kita tercinta
Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 akan digelar serentak pada 17 April 2019. Rangkaian tahapan sudah dilakukan sejak tahun ini, tepatnya pada tahun lalu Oktober 2017. Sebagi masyarakat dan pemuda sesela, tentunya mulai dari sekarang kita harus bisa membaca dan berpikir secara cerdas demi kemajuan desa dan kemajuan kita bersama sehingga kita bisa berdaulat secara ekonomi berdaulat secara sosial dan budaya dan berdaulat secara spiritual. Utuk meujudkan hal itu mari tebarkana kebaikan, shering ide dan gagasan yang membangun bukan menjatuhkan, bicarakan kemajuan bukan kemunduran, buang egosentris junjung tinggi kebersamaan.
Tokoh yang di butuhkan oleh masyarakat saat ini, adalah tokoh yang sudah terbukti memberikan dedikasinya secara total dan tanpa pandang bulu untuk masyarakat. Ada banyak sekali orang yang berdedikasi tinggi dalam berbagai bidang yang dapat kita jadikan acuan dan panutan. Salah satunya adalah H. Faidullah, seorang tokoh pemuda yang selalu aktif di barisan terdepan dalam setiap kegiatan, baik kegiatan yang bersifat kepemudaan dan olahraga, kegiatan pembangunan Desa, terlibat aktif dalam mencerdaskan anak anak bangsa lewat dunia pendidikan pesantren didesanya, beliau jujga memiliki kecakapan berkominikasi dengan seluruh elemen masyarakat yang bisa kita harapkan mampu menyuarakan hak hak kita didunia pemerintahan. dan masih banyak lagi ide dan gagasan besar beliau yang di pakai dalam setiap ivent ivent besar, seperti “Sesela Mengaji”. Sesela mengaji ini merupakan pra acara Haul Alm. TGH. Abdul Halim yang ke-48 perintis sekaligus pendiri pondok pesantren Al-Halimy Sesela. Sesela mengaji di 14 titik di setiap masjid dan mushola Desa Sesela sejak pukul 08.00 hingga pukul 17.00 seakan membingkis indah tradisi desa yang sangat kental dengan aktifitas santri, seakan maulid dan isra mi'raj juga sedang terselenggara pada satu waktu dan demikian hidupnya desa sesela tahun itu.
Sosok H. Faidullah adalah sosok yang bisa kita harapkan membawa perunbahan progresif dengan kemampunya menguasai bahsa asing inggris dan bahsa Arab untuk  mampu berdiplomasi dengan tokoh tokoh besar nasional dan internasional dan dengan kemampuan dan wawasan yang luas beliau mampu memperkenalkan keunikan Desa Sesela sebagai Desa seribu Pesantren dan Desa berkesenian. Untuk meujudkan semau itu mari kita sama sama rapatkan barisan bersatu dalam bejerja sama mendukung H. Faidullah di panggung kontestasi 2019 nanti demi kemajuan Desa tercinta pada khusunya kabupaten Lombok barat pada umumnya.

    H. Faidullah (depan) H. Abu Bakar (belakang).

2 komentar: