On Desember 09, 2020 by Kojerisme in puisi-Puisian No comments
Semenjak Kehadiranya yang amat tidak disukai
Oleh orang-orang yang sok suci
itu
Sepasang keksaih dengan nama
Tuak dan Purek
Memutuskan menikah dalam botol
sirup ABC kadang botol Marjan
Dan bersetubuh dengan posisi Purek jadi bawah semacam Misonaris Style
“Aku mencintaimu, Tuak”, kata Purek.
“aku juga mencintaimu, pahit!” jawab Tuak,
“tapi kita tidak bisa saling memiliki, kita adalah milik pusing!”
Kemudian Purek
dan Tuak dipisahkan begitu saja dengan
Dalih
menjijikan, padahal kisah cinta mereka akan selalu tumbuh dalam
Botol dan otak
penggemarnya, meski selalu berakhir dengan terpisah
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Search
About
Popular Posts
-
Banyak yang suka pamer kebodohan dengan pakaiaan kepintaran, orang banyak mengeluhkan dampak negatif smartphone, internet dan media so...
-
Kemarin malam. Tepatnya malam minggu, Setelah pulang dari Gyem lok Oyok menyumpahi para cecunguk-cecunguk yang tengah asyik MABAR Mobile Le...
-
Sekolah lapang agrobisnis kedelai adalah sebuah program yang di galakan oleh pemerintah Kabupaten Lombok Barat dengan pemerintah Desa Sese...
Blogroll
Categories
Blog Archive
semeton jori senamian. Diberdayakan oleh Blogger.
Bersengg Agama
Bilamana Senjakala Tiba, Doa-Doa kami saling bicara, hingga petang menjelang, Seperti suara Air mengalir💧 dan kiacawan burung🐦Kacer, Mel...
0 komentar:
Posting Komentar